Terapkan Hipnotis Agar Kambing Tak Berontak Saat Disembelih

10 Aug 2019 14:44 Jawa Timur

Ada beragam cara atau teknik yang dipakai untuk menyembelih hewan kurban. Namun ada salah  satu metode yang dinilai lebih efektif digunakan untuk menyembelih hewan kurban khusus jenis kambing. Metode ini dinamakan penyembelihan teknik hipnotis. 

Dikatakan dokter hewan Pujiono selaku Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat (Keswan Kesmavet) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri,  jika dibandingkan dengan teknik penyembelihan cara lain, metode hipnotis lebih mudah dilakukan dan bisa membuat perasaan hewan terasa lebih nyaman sebelum dipotong.

Menurutnya, kambing yang akan dipotong merasa nyaman karena adanya ikatan frekwensi dan resonansi antara penyembelih dan hewan kambing yang merasa tidak disakiti.

"Saya menyebutnya teknik hipnotis terhadap kambing, kalau pada sapi teknik merebahkan. Itu membuat kambingnya nyaman, terus ada frekwensi dan resonansi kita terhadap kambing sehingga merasa tidak disakiti," urainya.

Dengan perasaan tenang dan nyaman, maka darah yang mengalir akan lebih stabil saat pemotongan berlangsung. Daging yang dihasilkan pun tidak berbau dan terasa enak dikonsumsi.

"Kalau pun kita sembelih biasanya, kambingnya seneng, darahnya stabil karena saat dia dipotong terasa nyaman. Nanti aroma dagingnya kata orang jawa tidak lebus," Kata Dokter Hewan Pujiono.

Teknik tahapan penyembelihan dengan metode hipnotis pertama yang harus dilakukan adalah berdoa serta menyiapkan hati dan mental untuk dikomunikasikan dengan hatinya si kambing. Lalu pegang arah posisi tertentu, pegang dua kaki dengan kedua tangan diangkat lalu diturunkan dibantu kaki sebagai tumpuan. Kemudian tangan kiri memegang dagu, tangan kanan pegang kaki agak ditarik. Lalu tutup matanya dengan daun telinga si kambing.

"Kuncinya bisa terhipnotis kalau matanya tertutup, dengan memakai daun telinga. Kalau tidak punya daun telinga ditutup pakai alat atau pakai jari," Jelas dokter hewan Pujiono

Yang tidak kalah penting, dan harus mendapat perhatian, yakni membawa hewan kurban yang akan dipotong ke tempat yang sepi, terutama jauh dari kambing lain.

"Yang pertama tidak ada suara embek, semakin terdengar suara mengembek psikologisnya menjadi turun dan merasa tidak tenang," tuturnya.

Dr hewan Pujiono mengaku, teknik hipnotos terhadap kambing ini belum disosialisasikan ke masyarakat luas. Teknik hipnotis yang sudah diterapkan terhadap hewan kambing dinilainya sudah sesuai Standar Operasional Prosedur kesejahteraan hewan. (fen)