Tepis Kesemenaan Lelaki, Kabar Perceraian di Saudi via Pesan Teks

07 Jan 2019 21:36 Internasional

Banyak perempuan telah mengajukan banding ke pangadilan karena bercerai tanpa sepengetahuan mereka. Itu terjadi di Arab Saudi.

Demikian dikatakan pengacara Samia al-Hindi kepada surat kabar lokal di Arab Saudi, Okaz. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebuah peraturan baru diberlakukan di Arab Saudi. Yakni, agar para perempuan Saudi mengetahui tentang perceraian mereka sendiri.

Mulai hari Minggu 06 Januari 2018, pengadilan akan diminta memberi tahu para perempuan yang dicerai oleh suaminya tentang keputusan yang mengonfirmasi perceraian mereka.

Pengacara perempuan setempat mengatakan kebijakan ini akan mengakhiri apa yang selama ini dikenal sebagai perceraian rahasia - kasus ketika pria mengakhiri pernikahan tanpa memberi tahu istri mereka.

"Kebijakan ini akan memastikan perempuan sepenuhnya menyadari status pernikahan mereka dan dapat melindungi hak-haknya, salah satunya tunjangan."

Kebijakan ini akan memastikan perempuan sepenuhnya menyadari status pernikahan mereka dan dapat melindungi hak-haknya, salah satunya tunjangan.

"Langkah baru ini memastikan perempuan mendapat hak (tunjangan) mereka ketika bercerai." kata pengacara Nisreen al-Ghamdi kepada Bloomberg.

"Itu juga memastikan bahwa surat kuasa apa pun yang dikeluarkan sebelum perceraian tidak disalah-gunakan," tuturnya, dikutip ngopibareng.id dari situs resmi bbc.

Langkah baru ini disebut sebagai bagian dari reformasi ekonomi dan sosial yang dilakukan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, seperti mengizinkan perempuan untuk menghadiri pertandingan sepakbola dan bekerja dalam pekerjaan yang biasanya diperuntukkan bagi pria.

Pada 2018, larangan mengemudi selama puluhan tahun terhadap perempuan di Arab Saudi akhirnya dicabut.
Namun, para perempuan Saudi masih harus tetap tunduk pada hukum perwalian pria.

Bisa dilakukan perempuan Saudi

Ada banyak hal yang belum dapat dilakukan perempuan Saudi tanpa izin dari wali laki-laki, biasanya suami, ayah, saudara laki-laki atau anak laki-laki.

Antara lain:

* Mengajukan permohonan paspor
* Bepergian ke luar negeri
* Menikah
* Membuka rekening bank
* Memulai bisnis tertentu
* Melakukan operasi elektif
* Meninggalkan penjara

Sistem perwalian in berkontribusi menciptakan salah satu negara dengan ketidaksetaraan gender terbanyak di Timur Tengah.(adi)

Reporter/Penulis : Riadi


Bagikan artikel ini