Arief Poyuono melontarkan pernyataan 'PKI dimunculkan kadrun', di kanal YouTube "Kanal Anak Bangsa". (Foto: YouTube Kanal Anak Bangsa)

#TenggelamkanGerindra Viral

Nasional 17 June 2020 13:38 WIB

Arief Poyuono adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN.  Tokoh ini dikenal masyarakat dengan ujaran yang sangat berani dan kontroversial.

Terbaru, Arief Poyuono melontarkan pernyataan 'PKI dimunculkan kadrun'. Hal ini disampaikan dalam wawancara di kanal YouTube "Kanal Anak Bangsa".

Video berdurasi 04.58 menit yang diunggah sejak 15 Juni 2020 ini bertajuk Apa Kata Arief Poyuono tentang Kebangkitan PKI?.

Tak disangka, video yang ditonton oleh 2080 views tersebut menuai polemik hingga berujung ramainya tanda pagar (tagar) #TenggelamkanGerindra.

Berikut ini petikan wawancana Arief Poyuono soal "PKI dimunculkan kadrun":

Tentang kebangkitan PKI. Ini benar ada atau nggak?

Nggak ada, itu cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu itu sebenarnya hanya untuk mendelegitimasi Kangmas Jokowi, yang selalu dituduh apapun dia seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh, munculnya itu di eranya Pak Jokowi aja. Dulu era SBY nggak ada, era Mega nggak ada, ini kan aneh.

Siapa yang atau kelompok orang yang memunculkan itu?

Yang pasti ini adalah kadrun, kadrun kadrun ya yang pasti. Yang kedua mungkin orang-orang yang tidak menginginkan adanya perdamaian di Indonesia, yang selalu ingin mengacau yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI.

Tapi kebangkitan PKI tidak ada?

Tidak ada. Siapa yang PKI? Sangat dijamin. Di mana? Nanti gerakan buruh lebih kenceng disebut PKI. Kan kacau. Nggak ada PKI.

Jadi kita bisa memastikan isu PKI itu tidak ada, hanya rekayasa kelompok tertentu?

Tidak ada. Mendelegitimate pemerintahan Pak Jokowi.

Yang disarankan ke Pak Jokowi untuk merespons dinamika sekarang ini?

Diem aja. Diem aja ngapain direspons.

Kebangkitan PKI hanya hoaks?

Hoaks dan mau mengacaukan Indonesia. Dan sayangnya nggak laku. Tiap tahun nggak laku. Rakyat nggak butuh itu.

Bicara tentang komunisme, masih laku?

Tidak, udah nggak laku.

Potensi PKI bangkit lagi ada peluang nggak?

Saya rasa nggak ada ya karena PKI itu sekarang sudah, bukan ajaran yang lama dari komunisme terus itu melakukan apa namanya teorinya tu sudah diperbarui, teori lamanya udah nggak lagi. Kalau teori barunya ya kita lihat sekarang China.

China sendiri sudah mengarah ke kapitalis. Nggak komunis murni cuma dalam hal hal kepentingan negara mereka menganut ajaran-ajaran komunis itu artinya untuk melindungi negara dan rakyatnya dia gunakan ideologi komunis itu. Tapi kalau untuk kegiatan ekonominya lebih liberal daripada kita.

Terkait itu, netizen bereaksi dengan ikut mencecar Gerindra. #TenggelamkanGerindra sudah jadi trending di Twitter sejak Rabu dini hari, 17 Juni 2020.

"Ini orang @Gerindra kan? Kalo dia buat pernyataan spt ini pantaslah kalo ada #TenggelamkanGerindra," tulis akun @Naolivia_ .

"Siapa menabur angin, akan menuai badai. Kata orang2 sich gtu! :-) #TenggelamkanGerindra," tulis akun @K1ngPurw4

Disorot dan di-bully, Partai Gerindra mengimbau agar Arief Poyuono sebaiknya meminta memaaf karena sudah menyinggung isu sensitif.

Juru Bicara Partai Gerindra Habiburokhman mengingatkan agar Poyuono tak asal bicara yang memantik kontroversi publik.

"Gerindra punya sikap menyangkut isu PKI. Gerindra jelas anti PKI. Saya sarankan beliau minta maaf saja kepada publik kalau ucapannya sempat menyinggung. Kalau masih merasa Gerindra, seharusnya ikut garis partai," ujar Habiburokhman kepada awak media.

Penulis : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

13 Aug 2020 16:30 WIB

Video Eggy Yunaedi Demo Speed Painting Wajah Multatuli

Seni dan Budaya

Eggy Yunaedi demo melukis cepat atau speed painting.

13 Aug 2020 16:10 WIB

Arema Cari Pelatih Baru yang Bisa Tangani Tim sampai Musim Depan

Liga Indonesia

Manajemen sudah sodorkan nama pelatih baru ke jajaran direksi.

13 Aug 2020 16:00 WIB

Ini Prestasi 2 Politikus Penerima Bintang Mahaputera Nararya

Politik

Tak banyak yang mengungkap prestasi dua tokoh penerima bintang jasa ini.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...