Temui Ketua Osis se-Jatim, Kapolda Minta Pelajar Tak Anarkis

16 Oct 2019 14:35 Jawa Timur

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan menekankan agar para pelajar SMA maupun SMK tak bertindak anarkis. Karena, menurutnya, tugas para pelajar ini adalah belajar, bukan mencari keributan.

Luki lantas mengapresiasi sikap para pelajar yang tak terprovokasi saat mengikuti demo mahasiswa yang digelar beberapa waktu lalu, lantaran menolak revisi UU KPK dan RKUHP. Buktinya, tak ada pelajar yang diamankan polisi.

"Sampai saat ini tidak ada satu pun pelajar yang ditahan, yang ditangkap aparat kepolisian karena ikut unjuk rasa anarkis dan sebagainya," kata Luki saat menggelar pertemuan Forkopimda dengan para pelajar dan OSIS se-Jatim, Rabu 16 Oktober 2019.

Luki juga mengingatkan agar pelajar menjadi pilar utama dalam melawan hoaks yang marak belakangan ini. Ia menyebut pelajar merupakan insan terdidik yang bisa menyaring informasi yang benar.

"Saya terima kasih, adik-adik semuanya tidak terpengaruh hoaks. Saya berharap, adik-adik sebagai pioneer untuk memberitakan yang benar, lawan itu hoaks. Karena pelajar ini generasi penerus," pesan Luki.

Ia juga berharap para pelajar di Jatim bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik. Sebab saat ini banyak yang menggunakan perkembangan imformasi ini ke hal negatif.

"Kita harus bisa mengikuti perkembangan digital yang luar biasa. Tapi kita harus bisa menahan diri, kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kepentingan keberhasilan kita, bukan untuk mengadu domba," ujar polisi bintang dua ini.

Luki lantas menyampaikan impiannya bahwa banyak tokoh besar lahir dari Jawa Timur. Oleh sebab itu, ia meminta para pelajar untuk tetap tekun belajar.

"Saya sumpahin pasti ada. Saya berharap dari Jatim akan muncul tokoh bangsa, akan muncul pimpinan bangsa kita yang akan memimpin pemerintahan dari Jatim, apa lagi terlahir dari ponpes," ucap dia.

Bukan hanya itu saja, pada kesempatan tersebut Luki juga berharap saat pelatikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Jatim tetap kondusif dan tidak ada pelajar yang ikut turun ke jalan.

Penulis : Haris Dwi
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini