Langgar Dukur Kayu (Foto : Erfan/ngopibareng.id)
Langgar Dukur Kayu (Foto : Erfan/ngopibareng.id)

Tempat ngaji Koesno Sosrodihardjo (Sukano kecil)

Ngopibareng.id Ngopi Foto 28 January 2020 18:51 WIB

Di kawasan di Jalan Lawang Seketeng Gang IV atau Gang Ponten RT 6 RW 15 Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng, Surabaya terdapat mushola yang berusia 127 tahun. Seluruh bangunannya terbuat dari kayu jati tua. Mushola yang terletak di lantai 2 itu disebut Langgar Dukur oleh warga sekitar.

Berada di tengah permukiman dan gang-gang sempit. Tak banyak yang tahu meski lokasinya hanya berjarak sekitar 100 meter dari Jalan Peneleh. Dari luar saja, musala tersebut sudah menunjukkan ciri arsitektur yang tak biasa. Tembok  terbuat dari kayu jati dan bagian luarnya ditempeli potongan kayu. Persis sisik ikan.

Bangunan Langgar Dukur terdiri atas dua lantai. Lantai 1 difungsikan sebagai balai pertemuan warga, sedangkan lantai 2 digunakan untuk salat. Untuk menuju lantai 2, orang harus melewati tujuh anak tangga kayu dengan gaya miring.

Di dalam Langar Dukur kayu terdapat payonan mimbar bentuknya segitiga terpasang menggantung didinding setinggi 2 meter. Dari mimbar itulah, sejarah pendirian Langgar Dukur Kayu dapat diketahui. Tahun pendiriannya terpatri di tengah mimbar. Bertuliskan huruf Arab pegon dengan kalimat berbahasa Jawa: awitipun jumeneng puniko langgar tahun 1893 sasi setunggal. Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia memiliki makna, pembangunan langgar dimulai pada Januari 1893.

Selain itu, di dalam Langgar Dukur Kayu juga ada Alquran yang memiliki usia yang tidak kalah tuanya. Alquran itu bersampul kulit yang ditulis dengan tangan bertanda air Kerajaan Belanda. Alquran kuno yang unik dan bersejarah itu kini menjadi daya tarik banyak wisatawan yang berkunjung ke kampung Lawang Seketeng. Lebih dari itu, Alquran ini memiliki sejumlah keunikan. Di setiap lembar halaman kitab suci tersebut  memiliki cap pemerintahan Belanda. Cap tersebut hanya bisa dilihat jika disorot menggunakan lampu atau sumber cahaya. Setiap lembarnya memiliki tanda atau cap yang berbeda-beda.

Beberapa benda seperti dinding kayu sisik, daun pintu dan cendela dengan engsel kuno, tombak, serta kentongan yang ada di bangunan Langgar Dukuh Kayu merupakan saksi bisu bahwa tempat ini pernah dipakai mengaji Koesno Sosrodihardjo (Sukano kecil). Termasuk menjadi lokasi para pahlawan seperti HOS Cokroaminoto saat berunding dengan tokoh bangsa lainnya di masa pra kemerdekaan atau masa penjajahan. (Erfan Hazransyah/ngopibareng.id)

Lokasi Langggar Dukur Kayu di Jalan Lawang Seketeng Gang IV atau Gang Ponten RT 6 RW 15 Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng Surabaya Foto  ErfanngopibarengidLokasi Langggar Dukur Kayu di Jalan Lawang Seketeng Gang IV atau Gang Ponten RT 6 RW 15 Kelurahan Peneleh Kecamatan Genteng, Surabaya (Foto : Erfan/ngopibareng.id)
Tangga menuju ke Langgar Dukur Kayu Foto  ErfanngopibarengidTangga menuju ke Langgar Dukur Kayu (Foto : Erfan/ngopibareng.id)
Suasana didalam Langgar Dukur Kayu FotoErfanngopibarengidSuasana didalam Langgar Dukur Kayu (Foto/Erfan/ngopibareng.id)
Payonan mimbar berbentuk segitiga terpasang menggantung didinding setinggi 2 meter Ditengahnya terdapat prasasti Bertuliskan huruf Arab pegon dengan kalimat berbahasa Jawa yang berbunyi awitipun jumeneng puniko langgar tahun 1893   sasi setunggal Foto  ErfanngopibarengidPayonan mimbar berbentuk segitiga terpasang menggantung didinding setinggi 2 meter. Ditengahnya terdapat prasasti Bertuliskan huruf Arab pegon dengan kalimat berbahasa Jawa yang berbunyi "awitipun jumeneng puniko langgar tahun 1893 sasi setunggal" (Foto : Erfan/ngopibareng.id)
Sampul Al Quran kuno yang terbuat dari kulit yang ditulis dengan tangan bertanda air Kerajaan Belanda Foto  IstimewahSampul Al Quran kuno yang terbuat dari kulit yang ditulis dengan tangan bertanda air Kerajaan Belanda (Foto : Istimewah)
Lembaran mushaf Al Quran yang di setiap lembarnya terdapat cap pemerintahan Belanda Foto  IstimewahLembaran mushaf Al Quran yang di setiap lembarnya terdapat cap pemerintahan Belanda (Foto : Istimewah)
Tombak yang dulunya merupakan tongkat khatib ketika khutbah Foto  ErfanngopibarengidTombak yang dulunya merupakan tongkat khatib ketika khutbah (Foto : Erfan/ngopibareng.id)
Kentongan sebagai penanda masuknya waktu sholat waktu itu Foto  ErfanngopibarengidKentongan sebagai penanda masuknya waktu sholat waktu itu (Foto : Erfan/ngopibareng.id)
Engsel kuno yang konon didatangkan langsung dari Belanda Foto  ErfanngopibarengidEngsel kuno yang konon didatangkan langsung dari Belanda (Foto : Erfan/ngopibareng.id)

Penulis : Erfan Hazransyah

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

17 Jan 2021 22:13 WIB

Sinopsis Don't Breathe: Trio Penjahat Mengungkap Rahasia Gelap

Film

Bioskop Trans TV akan menayangkan film Don't Breathe.

17 Jan 2021 21:00 WIB

Sinopsis Man from Nowhere: Pemilik Toko Terseret Kasus Nakoba

Film

K-movievaganza Trans 7 akan menayangkan film Man from Nowhere.

17 Jan 2021 20:40 WIB

Lionel Messi Belum Pasti Turun di Final Supercopa de Espana

Liga Italy

Ronald Koeman menyerah keputusan akhir pada Messi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...