Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat melakukan konferensi pers di Gedung Negara Grahadi. (Foto: Alief/ngopibareng.id)

Temboro Jadi Potensi Cluster Baru Penyebaran Covid-19 di Jatim

Jawa Timur 21 April 2020 03:40 WIB

Pondok Pesantren (ponpes) Al Fatah di Desa Temboro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berpotensi menjadi kluster baru penyebaran virus Covid-19. Ada temuan sebanyak 43 santri ponpes tersebut yang berasal dari Malaysia, positif terjangkit virus Covid-19.

Untuk itu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur terus mendalami adanya potensi baru di Temboro tersebut. Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Covid-19 dr. Kohar Hari Santoso diterjunkan untuk melakukan tracing secara langsung ke TKP di Temboro.

“dr. Kohar sudah bergerak dan berangkat langsung ke Temboro untuk bertemu Bupati Magetan guna melakukan koordinasi yang dibutuhkan,” kata Khofifah, saat melakukan konferensi pers terkait percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Senin 20 April 2020.

Sementara itu, Bupati Suprawoto melalui video conference dengan Khofifah menjelaskan, dalam catatan administrasi ponpes setidaknya ada lebih dari 400 orang santri asal Malaysia yang menuntut ilmu di Ponpes Al Fatah Temboro. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan oleh tim Kabupaten Magetan, sekitar 200 orang dipulangkan ke Malaysia melalui Bandara Juanda Surabaya beberapa waktu lalu. 

Hanya saja, para santri di Ponpes Al-Fatah Temboro hanya mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan saja. Tidak ada rapid test Alasannya, keterbatasan fasilitas yang dimiliki ponpes.   

“Saat ini, masih ada 227 orang santri dari Malaysia, yang masih berada di dalam Ponpes Al-Fatah,” kata Suprawoto.

Ia mengatakan, dari 10 kasus positif Covid-19 yang ada di Kabupaten Magetan, sebanyak 9 kasus terjangkit dari kluster Bogor. Sementara 1 kasus lainnya adalah warga Desa Temboro, namun pihak Pemkab Magetan belum bisa menentukan kluster asal penularan.

Usut punya usut, kasus positif asal Desa Temboro tersebut juga merupakan pengasuh salah satu ponpes di desa itu, namun bukan berasal dari Ponpes Al Fatah.

"Jadi ada satu orang yang positif Covid-19 memang asalnya dri Desa Temboro, beliau tinggal di luar Ponpes Al Fatah. Namun, beliau ini memiliki pondok yang dihuni oleh beberapa santri Ponpes Al Fatah. Karena itu, kami perlu melakukan pendalaman lebih lanjut, dan juga di-tracing lagi apakah terpaparnya para santri ini di dalam atau di luar pondok,” katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 23:15 WIB

10 Hari Lagi Rumput Standar FIFA untuk GBT Datang

Surabaya

Pemkot Surabaya sedang mempercepat pengerjaan renovasi GBT

07 Aug 2020 23:05 WIB

Dilarang Dangdutan di Kampanye Terbuka Pilkada 2020

Nasional

Peserta Pilkada 2020 terancam didiskualifikasi jika melanggar aturan.

07 Aug 2020 22:45 WIB

Sanchez Sindir MU Setelah Dipermanenkan Inter Milan

Liga Italy

Alexis Sanchez merasa diterima dengan baik sejak awal di Inter

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...