KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) bersama para santri berdoa. (Foto: Istimewa)
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) bersama para santri berdoa. (Foto: Istimewa)

Teladan Pemimpin Para Nabi, Gus Baha: Ada Cinta dengan Maulid

Ngopibareng.id Khazanah 01 November 2020 07:15 WIB

KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan, bulan Rabiul Awal dikenal memiliki keistimewaan yang sangat besar. Karena di bulan itu lahir kekasih Allah yang dijuluki ‘Pemimpin Para Nabi dan Rasul’, Nabi Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib.

"Tidak perlu masyarakat saling klaim kebenaran soal hukum perayaan Maulid. Selama ditujukan sebagai bukti kecintaan terhadap Baginda Nabi Muhammad, maka perayaan model apa pun, mau ramai-ramai atau tidak, tidaklah menjadi soal.

“Bagi saya, terserah caranya masing-masing. Yang penting membuktikan bahwa ada cinta. Kalau urusan cara menghormati ini subjektif. Cara itu subjektif.

Orang punya caranya masing-masing,” ucap kiai asal Kragan-Rembang itu sebagaimana terdapat dalam video yang diungguh akun Facebook Ngaji Tasawuf.

Tidak ketinggalan, Gus Baha juga memberikan alasan menarik kenapa kita perlu bergembira atas kelahiran Nabi. Sebab dari nama Beliau yang memiliki arti “Orang yang terpuji” saja sudah menggambarkan betapa kita perlu bergembira.

“Bagaimanapun, kelahiran nabi adalah pertanda baik. Masak tidak disambut?,” tandas Rais Syuriah PBNU tersebut.

Di beberapa daerah di Indonesia, terutama Jawa, sejak awal masuk bulan Rabiul Awal berlangsung perayaan ‘maulid’ sebagai tanda suka cita menyambut kelahiran Nabi Muhammad.

Biasanya dalam momen tersebut, mereka berkumpul sembari membaca kitab-kitab berisi kisah sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad, seperti al-Barzanji, ad-Diba’i, Simtud Dhuror, dan Burdah.

Lalu saat memasuki tanggal 12 Rabiul Awal, sebagai tanggal kelahiran Nabi, mereka menggelar peringatan yang jauh lebih besar. Tidak jarang para pejabat, aparat, dan tokoh masyarakat ikut patungan (iuran) membiayai ritual puja-puji kepada Nabi Muhammad itu.

Polemik muncul saat ritual seperti itu dianggap tidak benar oleh beberapa golongan. Sehingga timbul ketegangan antara satu aliran keagamaan dengan lainnya. Namun, sekali lagi, Gus Baha mengingatkan, peringatan Maulid Nabi tetaplah penting agar kita bisa meneladani kehidupan Rasulullah dan Cinta Nabi.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Nov 2020 00:25 WIB

Anak Ke-4 Dirawat di NICU, Oki Setiana Dewi Sibuk Antar ASI

Selebriti

Anak keempat Oki Setiana Dewi sudah seminggu dirawat di NICU.

25 Nov 2020 00:05 WIB

Daftar Pembalap MotoGP 2021

MotoGP

Semua tim sudah mendapatkan pembalap andalannya.

24 Nov 2020 23:35 WIB

Ashanty Buka Suara Soal Kasus Narkoba yang Menjerat Millendaru

Gosip Artis

Ashanty masih kaget dengan penangkapan Millendaru.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...