Tekan AKI & AKB, RSUD Bangil Kerja Sama dengan Univ Adelaide

26 Jun 2019 17:35 Ngopibareng Pasuruan

RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Bangil terus berbenah dalam segala pelayanan. Salah satunya adalah menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) melahirkan dan AKB (Angka Kematian Bayi) baru lahir.

RSUD Bangil, Rabu, 26 Juni 2019 pagi kedatangan Prof Dr Mohammad Afzal Mahmood, Senior Lecturer School of Public Health Universirty of Adelaide Australia.

Kehadiran Prof Afzal tersebut bukan kebetulan, melainkan melakukan kerjasama awal sekaligus sharing ilmu tentang peningkatan kualitas pelayanan ibu hamil dan anak baru lahir.

Direktur RSUD Bangil, Drg Loembini Pedjati Lajoeng melalui Dr Arma Roosalina selaku Kabid Pelayanan Medis mengatakan, meskipun dari Australia, Prof Afzal sudah lama tinggal di Indonesia, dan telah bekerja sama dengan banyak RS maupun perguruan tinggi.

Khusus dengan RSUD Bangil, Prof Afzal tak hanya melakukan riset saja, melainkan memberikan pengalaman dalam rangka menekan angka AKI maupun AKB.

"Kedatangan beliau sangat besar manfaat bagi kami. Karena Pak Bupati Pasuruan juga menginginkan agar kasus AKI dan AKB dapat ditekan seminiminal mungkin. Syukur-syukur kalau zero atau tidak ada kasus yang terjadi di masyarakat," katanya.

Selama ini, penanganan kasus ibu yang akan melahirkan menjadi salah satu fokus RSUD di bidang pelayanan. Terhitung Januari-Juni 2019, masih ditemukan 3 kasus ibu meninggal pasca melahirkan.

Kebanyakan karena ada penyakit yang dideritanya, seperti jantung, darah tinggi dan penyakit berat lainnya. Kata Leombini, meski terbilang sedikit, akan tetapi RSUD Bangil akan sekuat tenaga memberikan pelayanan terbaik, utamanya menyelamatkan kedua nyawa, baik ibu maupun bayinya.

"Kebanyakan kalau ibu yang meninggal setelah melahirkan karena ada penyakit yang membawainya. Seperti jantung, darah tinggi dan sebagainya. Di RSUD Bangil, sehari saja bisa menangani ibu yang akan melahirkan sampai 20 orang. Semuanya rujuk dari puskesmas maupun bidan. Jadi, kami jauh lebih banyak menyelamatkan pasien sekuat tenaga kami," ujarnya.

Sementara itu, Prof Afzal dalam kunjungannya menegaskan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan menjaga tiga kunci utama. Yakni komunikasi yang baik, kekuatan tim work, dan menjaga prosedural kesehatan.

"The most important thing to improve services is good communication, networking, and also team work. Together is everything (Hal yang penting dalam peningkatan pelayanan dengan komunikasi yang baik, berjejaring dan kerjasama tim," ujarnya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)