Tekad dan Kesabaran Endang Sulastri Berbuah Satyalancana

06 Dec 2018 20:42 Timur Indonesia

Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (Harbak PU) dan Perumahan Rakyat pada 3 Desember 2018, menjadi momen tak terlupakan bagi Endang Sulastri. Tekad dan kesabarannya untuk mengabdi pada bangsa Indonesia di Papua berbuah penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo, Satyalancana Karya Satya X Tahun.

Tekad dan kesabaran memang menjadi sorotan bagi kiprah wanita kelahiran Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 4 Mei 1968 tersebut. Sejak diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) pada awal 2007 setelah belasan tahun menjadi tenaga honorer, Endang tidak pernah keluar dari lingkup ke-PU-an. Termasuk ketika Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVII Manokwari terpisah dari BPJN Jayapura.

“Syukur alhamdulillah. Saya tidak menyangka ketika dipanggil setelah upacara Hari Bakti kemarin untuk menerima penghargaan. Ini tidak mungkin saya lalui jika tanpa seizin Allah SWT dan dukungan penuh keluarga serta seluruh rekan sejawat dan pimpinan di BPJN XVII Manokwari. Niat saya untuk mengabdi di sini ternyata diapresiasi bapak presiden,” kata Endang ketika diminta menceritakan suka dukanya selama 11 tahun 7 bulan mengabdi di luar masa kerjanya sebagai tenaga honorer.

Endang Sulastri harus rela berpisah dengan Termasuk ketika harus ikhlas terpisah dengan suami dan anak semata wayangnya yang ada di Yogyakarta Foto Endrangopibarengid
Endang Sulastri harus rela berpisah dengan Termasuk ketika harus ikhlas terpisah dengan suami dan anak semata wayangnya yang ada di Yogyakarta. (Foto: Endra/ngopibareng.id)

Banyaknya persepsi wanita dari luar Bumi Cendrawasih akan kesulitan berkiprah disini, bisa ditepisnya dengan kesabaran. Matanya bahkan sampai berkaca-kaca ketika menceritakan awal perjalanan karirnya hingga kini menjadi Pelaksana Teknis PPK 1.03 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Papua Barat (Manokwari). Termasuk ketika harus ikhlas terpisah dengan suami dan anak semata wayangnya yang ada di Yogyakarta.

Kemajuan pesat Kabupaten Manokwari dan Papua Barat dalam 10 tahun terakhir di bidang infrastruktur jalan dan jembatan, turut disaksikan wanita berkerudung ini.

Karenanya, salah satu harapan terbesarnya adalah seluruh warga Papua Barat ikut bertanggungjawab dan menjaga hasil pembangunan itu. “Karena biaya pembangunan ini dari mereka, dari rakyat melalui pajak yang dibayarkan. Ini demi kepentingan kita bersama sehingga bisa dinikmati hingga generasi mendatang,” tutupnya.

Kepala BPJN XVII XVII Manokwari DR Ir Yohanes Tulak Todingrara memberikan langsung piagam penghargaan itu kepada Endang Sulastri sebagai perwakilan dari 24 rekan sejawatnya penerima Satyalancana Karya Satya X.

“Saya berharap penghargaan ini menjadi pelecut bagi bu Endang maupun penerima lainnya untuk meningkatkan kinerja. Sebab, kita merupakan ujung tombak pembangunan jalan dan jembatan di Papua Barat menuju percepatan demi tercapainya kesejahteraan masyarakat,” katanya. (gem)

Reporter/Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini