Dirjen Paud Dikmas Harris Iskandar bersama siswa Paud dalam kampanye gerakan membaca buku. (Foto: Asmanu/ngopibareng.id)

Tangkal Kecanduan Gawai, Orangtua Bacakan Buku pada Anak

Nasional 27 July 2019 13:45 WIB

Anak-anak yang kecanduan gawai atau handphone, sudah sampai pada tingkat yang memprihatinkan. Bukan hanya waktunya yang terbuang percuma di depan layar handphone, tapi bisa merusak motorik anak. Padahal masa anak-anak bergeraknya motorik itu sangat penting.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar mengajak para orangtua agar membudayakan membacakan pada anak sejak dini, untuk melawan pengaruh buruk gawai.

"Gerakan Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) bagi anaknya ini adalah praktik baik di kalangan keluarga, kami ingin seluruh keluarga Indonesia. Karena praktik baik ini akan menumbuhkan anak pada cinta buku, akan memudahkan juga bagi kita dalam menumbuhkembangkan karakter-karakter baik melalui tokoh-tokoh dalam cerita," kata Harris dalam pencanangan Gernas Baku di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, Sabtu 27 Juli 2019.

Gernas Baku ini dilaksanak serentak di seluruh Indonesia. Membacakan buku untuk anak sangat penting untuk melekatkan hubungan emosi dengan orangtuanya. Dia juga menekankan pentingnya orangtua untuk melakukan pengasuhan anak.

"Tidak boleh lepas, apalagi diserahkan kepada pengasuh diserahkan kepada orang lain, ini harus orang tuanya langsung, baik ibunya maupun bapaknya," sambung Harris.

Menurut Harris, masa tumbuh kembang anak hingga usia lima dan enam tahun jangan disia-siakan, karena merupakan masa emas dalam membentuk karakter anak.

Terlebih lagi, Harris mengingatkan pada orangtua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak yang bisa berakibat buruk bagi tumbuh kembangnya. Pengaruh gawai pada anak, lanjut Harris, tak hanya di perkotaan tapi telah meluas hingga ke desa-desa.

"Orang tua itu dengan senang hati memberikan gawai kepada anak karena memang jadinya tidak repot, tidak ribut, dan anteng dengan gawainya, padahal dampaknya sangat buruk," kata Harris.

Anak dengan sendirinya akan lebih memilih membaca buku ketimbang bermain gawai apabila sejak kecil sudah ditanamkan kebiasaan membaca yang membuatnya senang pada buku.

Penulis : Asmanu Sudharso

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 May 2020 00:30 WIB

Cegah Covid-19, Kemendikbud Laksanakan PPDB secara Online

Pendidikan

PPDB harus sesuai protokol kesehatan saat pandemi corona.

28 May 2020 13:46 WIB

Ini Paket Pernikahan Kampus dengan Dunia Usaha Sambut New Normal

Nasional

Kemendikbud dorong kampus vokasi untuk berkolaborasi dengan dunia usaha.

22 May 2020 13:31 WIB

Ini Kronologi KPK Lakukan OTT di Kemendikbud

Korupsi

Diam-diam KPK lakukan OTT di Kemendikbud Rabu lalu.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.