Tangisan Pelaku Pembunuhan Mayat Dalam Koper

15 Apr 2019 15:18 Kriminalitas

Dua pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhedap Budi Hartanto (28) guru honorer asal Kediri, Jatim, Aris Sugianto (34) dan Azis Prakoso (22) mengaku menyesali perbuatan kejinya.

Salah satu pelaku, Aris yang juga diketahui sebagai teman dekat korban, bahkan sampai terisak dan menitikkan air matanya saat membuat pengakuan.

"Saya ingin menyampaikan kepada keluarga korban, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saya gak ada rasa tega, saya spontan saja," kata Aris, sembari terisak, di hadapan awak media, Senin, 15 April 2019. 

Aris juga sempat medoakan agar almarhum korban diampuni segala dosanya hingga mendapatkan tempat yang terbaik di sana.

"Di sini hanya bisa menyesal dan menangis, semoga arwah (Budi Hartanto) diampuni dosa-dosanya serta ditempatkan dengan orang-orang yang beriman, amin," ujar dia.

Tak hanya Aris, pelaku lain, yakni Azis juga mengaku menyesali perbuatannya. Ia menyebut, dirinya di bawah pengaruh emosi saat melakukan pembunuhan terhadap korban.

"Saya sungguh-sungguh sangat menyesal. Saya minta maaf sebesar-besarnya. Saya emosi," kata Azis.

Azis sendiri mengaku sebenarnya tak kenal dengan korban. Ia hanya membantu Aris yang diketahui adalah teman dekat Budi.

Dua pelaku tersebut kini dipersangkakan tindak pembunuhan berencana subsider pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHP sub pasal 338 KUHP dan atau 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Warga Blitar digegerkan dengan temuan mayat di dalam koper di tepi sungai lahar, tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kabupaten Blitar, Rabu, 3 April 2019.

 

Jasad mayat dalam koper itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Imam yang hendak mencari rumput di tepi sungai. Saat itulah Imam melihat ada koper tergeletak begitu saja. Imam kaget seketika saat mendapati kaki manusia terlihat menyempil ke luar dari dalam koper. (frd)

Reporter/Penulis : Farid Rahman
Editor : Rizal A


Bagikan artikel ini