Bappilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono. (Foto: dok. Pribadi)

Soal Risma Marah, PDIP Jatim: Wajar, Risma Bela Rakyat

Jawa Timur 30 May 2020 17:15 WIB

Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan Deni Wicaksono merespons pernyataan Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Kodrat Sunyoto yang mengatakan bahwa Walikota Surabaya Tri Rismaharini lebay. Risma dinilai berlebihan ketika marah, karena persoalan mobil tes PCR bantuan BNPB yang dialihkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Deni, wajar bila Risma marah. Menurutnya, tindakan Risma adalah bentuk pembelaan Risma kepada warga Surabaya. Selain itu, cara tersebut adalah tipikal kepemimpinan PDI Perjuangan dan Risma yang berkorban demi kepentingan masyarakat.

"Menurut saya itu sikap wajar. Apakah salah jika Bu Risma membela rakyatnya? Mereka banyak yang sudah menunggu untuk tes. Tapi kemudian batal karena mobil dialihkan ke daerah lain," kata Deni kepada Ngopibareng.id, Sabtu 30 Mei 2020.

Deni mengatakan, jika Risma tak marah malah justru salah. Karena ia tak membela rakyat. Menurutnya, kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan menyatu dengan rakyat, kepemimpinan yang merasakan kesulitan rakyat.

Baginya, ketika Golkar mengatakan bahwa apakah Risma tidak malu dilihat masyarakat ketika marah-marah. Bagi PDI Perjuangan, tidak perlu mengenal malu untuk membela rakyat. Kader PDIP lebih malu kalau lebih membela kepentingan politik dukung-mendukung, daripada membela rakyat yang memilihnya.

"Golkar jangan terkejut. karakter Risma sebagai orang Surabaya memang blak-blakan begitu. Ia terbuka dan apa adanya. Terlebih kalau apalagi kehormatan kawannya, dalam hal ini rakyat, diabaikan orang lain," katanya.

Maka itu, ia meminta Golkar untuk mengarahkan kritikan itu ke Pemprov Jatim. Karena tidakan Pemprov Jatim lah yang keliru. Baginya, Kota Surabaya semestinya diletakkan dalam aspek prioritas dan strategis oleh Pemprov Jatim.

"Pemimpin di Pemprov Jatim harus singkirkan ego. Ketika rakyat Surabaya disuruh menunggu berjam-jam kemudian tes batal. Ya, di saat itulah pemimpin harus tampil melawan ketidakadilan," katanya.

Penulis : Alief Sambogo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

07 Aug 2020 22:11 WIB

Tempe H Farkhan Sejak 1969, Harganya Pernah 1 Ringgit di Jombang

Feature

Usaha tempe berusia 51 tahun di Jombang, Jawa Timur.

07 Aug 2020 22:00 WIB

Foto Penyemprotan Disinfektar Setelah Plt Walikota Medan Positif

Nasional

Plt Walikota Medan Akhyar Nasution positif corona.

07 Aug 2020 21:45 WIB

Pemeriksaan Selesai, Djoko Tjandra Pidah ke Rutan Salemba

Hukum

Djoko Tjandra dipindah menjadi kewenangan Dirjen Pas Kemenkum HAM.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...