Tamzil, Ternyata Pernah Terpidana Dalam Kasus Korupsi

26 Jul 2019 19:02 Korupsi

Bupati Kudus Muhammad Tamzil yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK karena dugaan suap jual beli tahanan ternyata pernah menjadi terpidana kasus korupsi.

Tamzil pertama dipenjara kasus korupsi ketika menjabat sebagai Bupati Kudus periode 2003-2008. Pada saat itu, Tamzil diduga melakukan korupsi dana bantuan sarana dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus untuk tahun anggaran 2004.

Perkara tersebut ditangani Kejaksaan Negeri Kudus. Tamzil dijerat sebagai tersangka dan dan terbukti bersalah sehingga harus ditahan pada September 2014.

Tamzil dijatuhi hukuman pidana satu tahun dan sepuluh bulan penjara atau 22 bulan terkait kasus korupsi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Kudus tahun 2004. Tamzil juga dikenakan denda sebesar Rp 100 juta atau setara dengan tiga bulan kurungan.

Dia pun menghuni penjara hingga akhirnya mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang, pada Desember 2015. Setelah itu, Tamzil berlaga di Pilkada 2018 dan kembali mendapatkan jabatan Bupati Kudus.

Tamzil ditetapkan KPU sebagai bupati pada Juli 2018 bersama pasangannya sebagai wakil bupati, yaitu Hartopo. Lalu pada September 2018, keduanya resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kudus.

Belum genap setahun menjabat, Tamzil kembali harus berurusan dengan hukum karena perilakunya itu. KPK menduga Tamzil terlibat dalam transaksi haram terkait 'jual beli' jabatan.

"Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK, yang masih dihitung," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada wartawan, Jumat, 26 Juli 2019.

Bersama OTT Bupati Kudus, KPK juga membawa 8 orang yang terjaring OTT. Sehingga total ada 9 orang. Diduga OTT Bupati Kudus Muhammad Tamzil karena kasus suap jual beli jabatan.

"KPK mengamankan total sembilan orang sampai saat ini yang terdiri unsur kepala daerah, stafm, dan ajudan bupati, serta calon kepala dinas," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada wartawan, Jumat, 26 Juli 2019. (wit/ant)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini