TN Komodo Akan Diintegrasikan Dengan Kawasan Pariwisata NTT

11 Jul 2019 22:40 Nasional

Pulau Rinca ini merupakan salah satu kawasan yang menjadi favorit para wisatawan untuk melihat kehidupan komodo di alam bebas selain Pulau Komodo.

Dari dermaga di Pantai Waecicu, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Rinca dapat ditempuh dengan perjalanan menggunakan kapal cepat dalam waktu 45 hingga 60 menit.

Di dermaga Pulau Rinca, Presiden disambut oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang, dan mendengarkan paparan singkat mengenai kondisi pulau tersebut.
Presiden ingin melihat secara makro untuk kawasan Labuan Bajo dan sekitarnya.

"Artinya, Labuan Bajo ada Pulau Komodo, ada Pulau Rinca, kemudian ada lautnya sehingga pembenahan kawasan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung itu (harus) terintegrasi semuanya," katanya.  

Presiden Jokowi saat meninjau Pulau Rinca Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 11 Juli 2019. Pulau tersebut merupakan salah satu kawasan yang berada di dalam Taman Nasional Komodo.

Presiden mengatakan, pengembangan kawasan Taman Nasional Komodo ke depannya akan dibuat lebih terintegrasi antara satu lokasi wisata dengan lainnya di Priovinsi NTT. Rancangan pengembangan tersebut, akan segera dibahas dengan kementerian dan pihak-pihak terkait.

"Rancangan besar ini yang sebentar lagi akan dibuatkan grand design-nya, sehingga betul-betul nyambung antara Labuan Bajo, Rinca, Komodo, lautnya, semuanya terdesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial," katanya.

Namun, Jokowi juga mengingatkan akan prinsip konservasi dan memperhatikan daya dukung Taman Nasional Komodo agar tidak membahayakan lingkungan alam di sana. Presiden berpandangan bahwa diperlukan pemisahan yang jelas antara zona konservasi dan turisme di kawasan tersebut.

Jokowi menyaksikan seekor komodo yang sedang diberi makan salah satu petugas di TN Komodo Kamis 11 Juli 2019 Foto Biro Pers Setpres
Jokowi menyaksikan seekor komodo yang sedang diberi makan salah satu petugas di TN Komodo, Kamis, 11 Juli 2019. (Foto: Biro Pers Setpres)

Rencananya, Jokowi melanjutkan, kunjungan wisatawan di kawasan Taman Nasional Komodo tersebut akan menerapkan sistem kuota untuk menjaga keberlangsungan dan keseimbangan lingkungan setempat.

"Saya tadi sudah sampaikan ke Kepala Balai untuk betul-betul dihitung daya dukungnya. Ini adalah kawasan konservasi, sehingga nanti akan kita buat desain besar, rancangan besar, mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi, mana yang dikuota, mana yang tidak," katanya. 

Pemerintah sendiri memberikan dukungan penuh atas pengembangan yang lebih terintegrasi di kawasan Taman Nasional Komodo yang memang ditargetkan bagi wisatawan premium itu. Sejumlah pembenahan fasilitas atau infrastruktur pendukung pariwisata di NTT sedang direncanakan pemerintah.

"Saya kira nanti urusan dermaga mau kita benahi. Urusan fasilitas-fasilitas kecil yang mendukung saya kira nanti semuanya (dibenahi). Itu yang saya sampaikan rancangan besar. Jadi, tidak parsial. Termasuk kebutuhan air, itu semuanya tadi sudah kita bicarakan di situ," katanya. 

Dari Pulau Rinca, Presiden Joko Widodo dan rombongan langsung menuju dermaga Philemon Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk meninjau rencana pengembangan pelabuhan tersebut. 

Kepala Negara menyimak pemaparan yang disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R. Agus Purnomo.

Dalam kesempatan itu, Presiden berkeliling melihat kondisi pelabuhan dan sempat menyapa masyarakat dan berfoto bersama.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam peninjauan tersebut di antaranya ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. (asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini