Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan) mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin 30 Juli 2018. Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan Rp 50 juta per rumah korban gempa yang mengalami kerusakan. (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan) mengunjungi pengungsian korban gempa bumi di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin 30 Juli 2018. Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan Rp 50 juta per rumah korban gempa yang mengalami kerusakan. (Foto: Antara)

Takut Ganggu Konsentrasi Aparat, Jokowi Belum Akan Datang ke Lombok dalam Waktu Dekat

Ngopibareng.id Nasional 06 August 2018 12:14 WIB

Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada jajarannya terutama Menkopolhukam untuk berkoordinasi dengan seluruh stakeholder menangani dampak gempa yang terjadi di Lombok, Minggu, 5 Agustus 2018.

"Tadi malam saya sudah memerintahkan ke Menkopolhukam untuk koordinasi seluruh jajaran terkait dengan ini, baik TNI, Polri, Pemda NTB dan lain-lain agar penanganan gempa bisa dilakukan secepat-cepatnya," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah melakukan Peninjauan Kesiapan Infrastruktur Asian Games XVIII - 2018 di Venue Asian Games TMII Jakarta, Senin.

Penanganan yang dimaksud presiden meliputi evakuasi korban meninggal dan luka-luka, meski sebagian di antaranya sudah ditangani termasuk di antaranya logistik. Presiden bahkan memastikan bantuan logistik sudah dikirimkan segera sesaat setelah bencana tersebut terjadi.

"Soal logistik tadi malam sudah meluncur ke NTB termasuk dokter-dokter," katanya.

Presiden menyatakan belum berencana untuk meninjau langsung dampak gempa di NTB namun akan terus memantau dengan baik upaya penanganannya.

"Kalau saya ke sana justru mengganggu konsentrasi aparat yang sedang bekerja di lapangan, saya akan mencari waktu yang tepat. Jadi tidak justru mengganggu evakuasi dan penanganan di lapangan," katanya.

Presiden tetap berjanji akan memberikan bantuan kepada para korban tetapi akan memperhitungkan dulu dampak yang terjadi di lapangan.

"Kita akan melihat dulu di lapangan karena ini berbeda kemarin 5 (SR) sekarang 7 (SR) akan kita putuskan setelah melihat yang di lapangan tapi bahwa akan diberikan bantuan iya," katanya.

Bencana alam gempa bumi terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018, pukul 18.46 WIB, yang berdasarkan informasi BMKG berpusat pada koordinat 8,37 LS dan 116,48 BT, dengan magnitudo 7,0 SR, di kedalaman 15 km, berjarak 27 km timur laut Lombok Utara. (ant)

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Dec 2020 16:50 WIB

Sinopsis Haeundae: Berjuang dari Terjangan Tsunami

Film

Film Haeundae akan tayang di Trans 7 sore ini.

25 Oct 2020 10:05 WIB

Gempa Lumajang Dirasakan Hingga Jember

Reportase

Getaran gempa dirasakan II MMI.

04 Oct 2020 18:20 WIB

Potensi Tsunami di Pantai Selatan, BMKG Malang Gelar Simulasi

Warta Bumi

Simulasi sebagai bentuk mitigasi bencana.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...