Aparat Kepolisian membagikan masker gratis saat demo tolak Omnibus Law di Gedung DPRD Jatim, pada Kamis, 22 Oktober 2020. (Foto: Humas Polrestabes Surabaya)
Aparat Kepolisian membagikan masker gratis saat demo tolak Omnibus Law di Gedung DPRD Jatim, pada Kamis, 22 Oktober 2020. (Foto: Humas Polrestabes Surabaya)

Tak Hanya Amankan Demo, Polisi di Surabaya Juga Bagikan Masker

Ngopibareng.id Rek, Ojok Angel Tuturane 22 October 2020 15:36 WIB

Polrestabes Surabaya masih terus menjalankan pengamanan aksi lanjutan penolakkan UU Omnibunibus Law, pada Kamis, 22 Oktober 2020, di Gedung DPRD Jatim. Namun yang menarik, polisi tak hanya mengamankan jalannya demontrasi, tapi juga membagikan masker untuk para demonstran.

Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, AKP M Akhyar mengatakan, demo tolak UU Omnibus Law kali ini digelar oleh Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI).

“Unjuk rasa dari DPD LEM SPSI Jatim, kurang lebih ada sebanyak 500 orang, peserta aksi,” kata Akhyar, ketika dikonfirmasi Ngopibareng.id.

Kata Akhyar, Polrestabes menurunkan ratusan personel, yang terdiri dari petugas gabungan, yang terdiri dari Polrestabes Surabaya, Polsek sekitar lokasi, Polda Jatim, serta anggota TNI.

“Dari Polrestabes Surabaya ada 231 petugas, jajaran polsek ada 118, Polda Jatim 255 personel dan TNI 310 orang,” jelasnya.

Dengan pengamanan tersebut, Akhyar berharap agar peserta aksi tetap melakukan demonstrasi dengan tertib. Aspirasi pun dapat didengarkan oleh anggota DPRD Jatim.

“Kami juga berharap supaya demonstran tetap tertib tanpa bertindak anarkis. Sehingga aspirasi bisa disampaikan dan didengar oleh pihak terkait," ungkapnya.

Selain melakukan pengamanan, kata Akhyar, para petugas juga membagikan masker kepada pendemo. Menurut dia, hal tersebut merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya cluster baru.

Oleh karena itu, Akhyar pun mengingatkan para demonstran agar tetap menerapkan protokol kesehatan, selama berjalannya aksi. Agar zona pandemi Covid-19 Kota Surabaya, bisa berangsur pulih.

Protokol kesehatan yang diterapkan tersebut meliputi 3M, yakni wajib memakai masker, wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta wajib mencuci tangan dengan sabun.

"Untuk masker, kami mencegah adanya cluster Covid-19 dari demonstran. Surabaya sudah zona oranye. Jangan sampai jumlah penderita Covid-19 kembali meningkat ,” tutupnya.

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitanganpakaisabun

Penulis : Andhi Dwi Setiawan

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

29 Nov 2020 02:30 WIB

Di Masa Pandemi Muhammadiyah Hadir Memberi Solusi, Ini Faktanya

Khazanah

Kesibukan harus dilakukan jika umat dan bangsa ingin maju

29 Nov 2020 01:42 WIB

Para Sufi Mencari Tuhan, dari Rumi hingga Hamzah Fansuri

Khazanah

Tuhan itu dekat di hati setiap mukmin

28 Nov 2020 23:30 WIB

Umur 12 Tahun, Bocah Jenius Ini Sudah Jadi Mahasiswa

Human Interest

Caleb Anderson memiiki kemampuan unik sejak lahir.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...