Joko Widodo saat bertemu Habib Luthfi Yahya dan KH Maemun Zubair. (Foto:data for ngopibareng.id)
Joko Widodo saat bertemu Habib Luthfi Yahya dan KH Maemun Zubair. (Foto:data for ngopibareng.id)

Tak Ada Nasihat Mbah Moen bagi Jokowi, Ternyata Ini Alasannya

Ngopibareng.id Khazanah 23 April 2019 02:14 WIB

"Saya terkesan melihat Habib Luthfi Yahya dan KH Maemun Zubair saat bertemu Jokowi di ruang hotel sebelum berangkat menuju GBK. Mereka hanya bersalaman, bertatap muka dan ngobrol sebentar, kemudian kedua ulama yang sangat dihormati itu memberi cindera mata kepada Jokowi," kata Joni Ariadinata, sastrawan tinggal di Jogjakarta.

Menurutnya, cendera mata berupa syal warna hijau (serban dari KH Maimun Zubair) serta tasbih (dari Habib Luthfi). Tak ada tausiyah dari kedua ulama kharismatik itu, apalagi cerita-cerita yang terkesan ingin menyanjung dan menyenang-nyenangkankan Jokowi.

Seperti diketahui, pada kampanye terakhir sebelum coblosan 17 April, Kiai Maemoen Zubair dan Habib Luthfi bin Yahya bertemu. Kedua tokoh tersebut, sekaligus memberi suport bagi capres petahana berdampingan dengan Cawapres KH Ma'ruf Amin. Kampanye terakhir itu digelar di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu 13 April 2019. Malam selesai kampanye, Jokowi langsung menuju ke Tanah Suci, Makkah, untuk melaksanakan ibadah Umrah.

Dalam catatan Joni, yang dikenal sebagai cerpenis, sekaligus membandingkan dengan juru dakwah yang populer di medsos saat ini.

"Tak ada juga nasehat panjang lebar tentang bagaimana harusnya menjadi seorang pemimpin, tidak cerita pernah bermimpi bertemu 5 kali. Lebih-lebih, tak ada kesombongan 'jika kamu terpilih, jangan panggil aku ke istana.'"

Kenapa Mbah Moen dan Habib Luthfi tidak beri nasihat panjang lebar kepada Jokowi?

"Mereka, dua ulama penting Indonesia itu, tampak cukup yakin. Mereka tidak memperlakukan Jokowi seperti anak-anak yang belum mengerti apa-apa. Mereka tidak menempatkan Jokowi sebagai pihak yang perlu dinasihati ini dan itu," kata Joni Ariadinata.

"Saya terkesan dengan ketenangan yang dipancarkan dua panutan ummat itu. Mereka, dua kiai kharismatik itu, telah menunjukkan kelasnya sebagai ulama," demikian Joni Ariadinata memberi kesaksian. (adi)

"Mereka, dua ulama penting Indonesia itu, tampak cukup yakin. Mereka tidak memperlakukan Jokowi seperti anak-anak yang belum mengerti apa-apa. Mereka tidak menempatkan Jokowi sebagai pihak yang perlu dinasihati ini dan itu," kata Joni Ariadinata.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

16 Jan 2021 09:08 WIB

Wajib, Jamaah Divaksin Covid-19 Sebelum Haji dan Umrah

Khazanah

Diberlakukan Pemerintah Arab Saudi bagi tamu di Masjidil Haram

16 Jan 2021 00:45 WIB

Ramal Jokowi Lengser, Mbak You Terancam Dilaporkan Polisi

Gosip Artis

Mbak You pernah meramal tentang masa depan Presiden Jokowi.

15 Jan 2021 22:06 WIB

Presiden Nantikan Kontribusi KAHMI dalam Kemajuan Indonesia

Pemerintahan

Presiden berharap kontribusi KAHMI dalam menangani pandemi covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...