Bhabinkatibmas Polres Sigi, Bripka Rizal saat membonceng jenazah warga Desa Wawujai, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi (Foto: DOK. POLRES SIGI)
Bhabinkatibmas Polres Sigi, Bripka Rizal saat membonceng jenazah warga Desa Wawujai, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi (Foto: DOK. POLRES SIGI)

Tak Ada Ambulans, Polisi Ini Berjam-jam Boncengkan Mayat

Ngopibareng.id Human Interest 06 March 2018 11:57 WIB

Dedikasi anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polres Sigi, Sulawesi Tengah, ini layak diapresiasi. Adalah seorang Bripka Rizal, ia rela membonceng jenazah, untuk mengantarkannya ke daerah asalnya, berjam-jam lamanya.

Jenazah itu adalah Niana.  Ia terpaksa diboncengkan dengan menggunakan motor karena tak ada mobil atau ambulans yang mampu menembus Desa Wawujai, Kecamatan Marawola Barat, Kabupaten Sigi, daerah asalnya.

Dalam misi itu, Rizal tak sendiri, ia dibantu tiga petugas Bhabinkamtibmas lain, yakni Brigadir Yani Soelo, Bripka Nyoman Suyasa, dan Briptu Ahmad Dedi Utomo.

"Mereka mengantarkan jenazah sampai ke rumah duka," kata Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan.

Sebelumnya, jenazah Niana sudah satu malam menginap di Puskesmas Dombu. Semula, pihak keluarga berencana mencari tukang ojek untuk membawa jenazah Niana. Namun, tidak ada ojek yang bersedia.

Karena itu, Bripka Rizal berinisiatif membawa jenazah itu dengan menggunakan motor dinasnya.

Dia mengisahkan, perjalanan menuju Desa Wawujai terbilang sulit. Sebab, medan yang ditempuh cukup terjal. Perjalanan bertambah berat karena terhambat sejumlah pohon tumbang.

"Kurang lebih ada tiga titik pohon tumbang di jalan. Namun, berkat bantuan masyarakat yang ikut mengantar, semua bisa diatasi bersama," terang Bripka Rizal yang juga mantan anggota Bhabinkamtibmas Kacamatan Pipikoro.

Setelah dibantu warga setempat, Bripka Rizal berhasil mengantar jenazah ke rumah duka. Jenazah disambut pihak keluarga dan segera dimakamkan.

"Kami berangkat pukul 11.00 WITA. Tiba di sana kurang lebih pukul 15.00, Minggu 4 Maret 2018," katanya.

Niani meninggal karena keracunan minuman. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Tora Belo Sigi. Namun, karena racun rumput yang diminum terlalu banyak, nyawanya tidak tertolong.

Aksi Bripka Rizal itu juga sempat terekam dalam video berdurasi 6 menit 38 detik yang diunggah oleh seorang netizen di media sosial.

Apa yang ada di video ini mengundang banyak simpati dari netizen.

Atas dedikasi ini, Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan bakal memberikan penghargaan kepada empat anggotanya itu. “Empat orang anggota akan kami berikan reward atau piagam penghargaan,” ujar Agung. (frd)

Penulis : Farid Rahman

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

28 Oct 2020 12:30 WIB

Polresta Malang Selidiki Kasus Poster Jokowi Mirip Pinokio

Jawa Timur

Polresta Malang masih memeriksa apakah ada unsur pelanggaran hukum.

28 Oct 2020 12:23 WIB

Usai Nabi, Majalah Charlie Hebdo Buat Karikatur Cabul Erdogan

Internasional

Aksi boikot produk Prancis, Erdogan jadi korban karikatur cabul.

28 Oct 2020 12:09 WIB

Mundur dari Barcelona, Bartomeu Tinggalkan Pekerjaan Rumah

Liga Spanyol

Sang presiden mendaftarkan Barcelona ke Liga Super Eropa.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...