Dewanti Rumpoko, pada acara Brawijaya Tourism Forum' di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, pada Kamis 12 September 2019 (Theo/ngopibareng.id)

Kota Batu Rencanakan Bangun Kereta Gantung pada 2021

Jawa Timur 13 September 2019 12:35 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, tengah merencanakan pembangunan kereta gantung sebagai wahana wisata baru. Kereta gantung tersebut baru akan terealisasi pada 2021 nanti karena pada tahun ini Pemkot Batu masih fokus menyiapkan regulasi, agar memenuhi izin yang berlaku.

"Saat ini dalam penyiapan regulasinya, sedang dalam persiapan, mudah-mudahan tahun 2019 ini selesai semua," kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, pada acara Brawijaya Tourism Forum' di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, pada Kamis 12 September 2019.

Dengan begitu, Dewanti mengharapkan pada 2020 mendatang, pembangunan kereta gantung sudah bisa dimulai.

"Jika semuanya lancar pada 2021, kereta gantung bisa beroperasi di Kota Batu," terangnya.

Dewanti mengatakan, jalur kereta gantung itu akan dibangun sepanjang 5 kilometer dari Desa Pendem hingga ke lereng Gunung Panderman. Pembangunan ditaksir akan menghabiskan dana hingga Rp 500 miliar.

“Untuk 5 kilometer itu sekitar Rp 3 sampai 500 miliar,” kata Dewanti.

Karena menelan dana yang cukup besar Dewanti mengungkapkan pembangunan kereta gantung untuk menunjang aktivitas wisata itu akan dibangun melalui dana investasi yang berasal dari saham bersama.

Dewanti mengatakan, akan ada koperasi yang akan menampung uang iuran dari masyarakat Kota Batu untuk realisasi pembangunan tersebut.

"Kita bangun bukan uang pemerintah karena ini bukan kebutuhan dasar. Ini saham bersama dan yang boleh memiliki hanya orang yang memiliki KTP Batu, kami tengah siapkan regulasinya," paparnya.

Dewanti mengatakan, akan ada koperasi yang akan menampung uang iuran dari masyarakat Kota Batu untuk realisasi pembangunan tersebut.

Sementara itu, masyarakat yang boleh menyumbangkan uangnya hanya masyarakat yang memiliki KTP Kota Batu. Apabila uang investasi dari masyarakat itu tidak terpenuhi sesuai dana yang dibutuhkan, Dewanti akan mengajak investor lain untuk masuk.

“Misalkan hanya setengahnya, ada investor yang bisa memenuhi,” kata Dewanti.

Rencananya, kereta gantung itu nanti akan memiliki tiga sampai empat stasiun.

"Untuk titik-titik stasiunnya belum bisa saya sebutkan, yang jelas masih di sekitaran derah Pendem dan Panderman," tutupnya.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Jun 2020 21:59 WIB

Diisolasi, Klaster Desa Giripurno Kota Batu Sumbang 13 Kasus Baru

Jawa Timur

Lebih dari setengah jumlah pasien covid-19 di Kota Batu dari Giripurno.

01 Jun 2020 09:51 WIB

Tukang Pijat dan Pedagang Sayur Tambah Pasien Covid di Kota Batu

Jawa Timur

Salah satu pasien baru tertular dari pasien Covid-19 lainnya.

22 May 2020 23:58 WIB

Pasien Covid-19 di Batu Bertambah 1 Orang, Total 11 Kasus

Jawa Timur

Pasien ini adalah pedagang sayur Pasar Karangploso, Malang.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...