Salah satu anjungan di Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Kota Probolinggo. (Foto: Istimewa)

Swafoto Rame-rame, 7 Pengunjung BJBR Jatuh ke Laut

Jawa Timur 23 January 2020 22:05 WIB

Awalnya, publik dan Pemerintah Kota Probolinggo tidak mengetahui adanya sejumlah pengunjung Bee Jay Bakau Resort (BJBR) mengalami kecelakaan saat berwisata. Diduga jembatan ambruk karena kelebihan beban. Perstiwa itu terjadi pada Selasa, 21 Januari 2020, dan akhirnya ramai diperbincangkan di media sosial di antaranya, Facebook.

Pemkot Probolinggo te;ah turun ke BJBR untuk memeriksa anjungan (jembatan) yang ambruk saat digunakan swafoto (selfie) beramai-ramai.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kota Probolinggo pun mengingatkan, agar pengelola objek wisata bahari di kawasan hutan mangrove itu lebih memperhatikan keselamatan pengunjung.

"Kami meminta BJBR lebih waspada, lebih rutin mengawasi tempat wisatanya. Termasuk memberikan papan info terhadap batasan jumlah orang yang berdiri di jembatan kayu," kata Kabid Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Probolinggo, Pramito Legowo saat meninjau BJBR, Kamis siang, 23 Januari 2020.

 Salah satu akun Facebook yang ramai memperincangkan ambruknya jembatan BJBR Salah satu akun Facebook yang ramai memperincangkan ambruknya jembatan BJBR.

Pernyataan Pramito terkait dengan ambruknya jembatan kayu akibat dijejali 12 orang saat berswafoto. Diduga jembatan dari papan kayu kelapa itu tidak kuat menahan beban sebanyak itu sehingga ambruk.

Pihak pengelola BJBR membenarkan ambruknya anjungan dari kayu akibat tidak kuat menahan beban berlebihan, saat rombongan guru TK berwisata di BJBR.

“Kejadiannya Selasa kemarin. Saat itu rombongan guru TK sedang selfie di salah satu spot. Jumlah mereka 12 orang yang selfi di atas jembatan kayu,” kata Manajer Marketing Communication BJBR, Stevie Husen kepada wartawan.

Para pengunjung berswafoto berdiri di ujung jembatan kayu. Padahal jembatan itu hanya kuat menahan beban 150 kilogram.

Husen memastikan, tidak ada pengunjung yang luka dalam ambruknya jembatan kayu. Kepastian itu diperoleh setelah managemen BJBR memeriksa 7 orang yang terjatuh untuk pengobatan.

"Dari 12 itu yang jatuh ke bawah 7 orang. Ada satu pengunjung yang tengah hamil, namun sudah kami periksa. Syukurlah tidak terjadi apa-apa pada ibu hamil tersebut," ujar dia.

Pihak BJBR juga sudah memperbaiki jembatan kayu selebar sekitar 2 meter yang ambruk, diganti dengan papan kayu yang baru. Diharapkan tidak ada lagi pengunjung BJBR yang terjatuh.

Penulis : Ikhsan Mahmudi

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

08 Jul 2020 15:37 WIB

Karyawan Terindikasi Covid, BRI Kota Malang Buka Seperti Biasa

Jawa Timur

Sekitar 70 persen karyawannya menjalani kerja di rumah

08 Jul 2020 15:24 WIB

Rapid Test Peserta UTBK Ditukar Mendadak, Ini Penjelasan Unair

Pendidikan

Unair mengaku hasil rapid test berubah setelah 30 menit.

08 Jul 2020 15:15 WIB

Pelanggan Gasku di Batam Dapat Sembako dari PT Gagas Energi

Nasional

Sembako dibagikan di Batam.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...