Permainan Survival Land saat dipraktekan secara bersama-sama. (Foto: Pita/Ngopibareng.id)

Permainan Ini Bisa Tingkatkan Hubungan Sosial Generasi Milenial

Teknologi dan Inovasi 12 September 2019 16:48 WIB

Mahasiswa Ubaya menciptakan permainan baru yang mereka sebut dengan Survival Land. Game ini diyakini bisa meningkatkan hubungan sosial. Game ini diciptakan di tengah keprihatinan masyarakat akan renggangnya hubungan sosial akibat tingginya penggunaan gadget, terutama di usia-usia produktif.  

Penggunaan gadget berlebihan yang melanda masyarakat saat ini dipercaya memiliki dampak negatif, salah satunya menyebabkan minimnya kedekatan dengan teman atau keluarga.

"Permainan ini dibuat untuk mengasah kerjsama dan komunikasi, targetnya memang untuk milenial yang sudah bekerja. Saya berangkat dari masalah zaman sekarang dimana gadget dipakai secara berlebihan," kata pembuat broad game 'Survival Land', Robert Surya Nata, 

 

Mahasiswa program studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) semester akhir ini menggungkapkan, permainan diciptakan untuk membuka peluang terjadinya interaksi secara langsung antara satu dan lainnya. Dimana menurut Robert, interaksi secara langsung kini sudah sangat minim untuk dilakukan.

"Sekarang bicara tatap muka kan jarang, biasa pakai wa, video call dan lainnya. Dalam permainan ini membuat mereka berinteraksi satu sama lain," ujar Robert.

Cara bermainnya, jelas Robert, bisa dimainkan dengan 2 sampai 6 orang, dimana mereka harus bermain secara tim agar bisa menyelesaikan permainan sampai finish.

Board game Survival LandFoto PitangopibarengidBoard game 'Survival Land'(Foto: Pita/ngopibareng.id)

Robert menerangkan, permainan ini akan berakhir ketika ada seseorang yang terkena jebakan dalam permainan. Permainan dapat dilanjutkan apabila salah seorang pemain yang mendapatkan kartu mau menolongnya. 

"Jadi di sini juga melatih kekompakan dan rasa peduli antara satu pemain dengan pemain lainnya," imbuhnya. 

Dalam permainan ini ada tiga jebakan, yaitu tanah longsor,  pohon tumbang, dan jalan buntu. Semua bencana ini, kata Robert, diambil dari bencana yang sering terjadi di Indonesia. 

Lanjutnya, sehingga mereka akan belajar bagaimana mengatasi jebakan-jebakan tersebut antara satu sama lain. 

Kedepannya, Robert ingin mengembangkan permainan ini menjadi 3D dan mengkomersilkanya agar dapat bermanfaat bagi hubungan sosial generasi muda,  khususnya kaum milenial. 

Penulis : Pita Sari

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

21 Sep 2019 18:42 WIB

Terinspirasi Penderita Albino, Mahasiswa Ubaya Rancang Busana

Teknologi dan Inovasi

Busana rancangan mahasiswa Ubaya, Nia Krisanti terinpirasi dari penderita albino

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.