Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto (kanan) di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Antara)
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto (kanan) di teras belakang Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Antara)

Survey Terbaru Jokowi dan Prabowo Kurang Religius

Ngopibareng.id Politik 11 July 2018 14:28 WIB

Hasil survei terbaru Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) menemukan bahwa publik menilai kurangnya aspek karakter religius pada sosok Joko Widodo dan Prabowo.

"Dari 12 kata sifat dan kepribadian, responden menilai Joko Widodo sosok santun, merakyat, dan humoris, sedangkan Prabowo Subianto dipersepsikan berpengetahuan luas, tegas, dan mengobarkan semangat. Namun keduanya dinilai rendah pada aspek religiusitas," ujar peneliti KedaiKOPI Kunto Adi Wibowo dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.

Dia mengatakan mayoritas responden atau sebesar 49,8 persen menjadikan aspek karakter dan kepribadian capres serta cawapres sebagai pertimbangan utama dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden,

Kunto mengatakan karena aspek itu, maka pilihan cawapres yang sesuai bagi Jokowi maupun Prabowo adalah yang bisa menambal karakter dan kepribadian masing-masing calon presiden.

"Jadi bila Pak Jokowi memandang perlunya figur santri sebagai cawapres memang tepat, sebab itulah yang dibutuhkan Jokowi," jelas Kunto.

Berdasarkan hasil surveinya, KedaiKOPI mengungkap nama-nama cawapres dari kalangan santri, berturut-turut sesuai elektabilitasnya yakni TGB Zainul Majdi (34,1 persen), diikuti oleh Romahurmuziy (27 persen), Muhaimin Iskandar (22,9 persen), Mohammad Mahfud MD (7 persen), Dien Syamsudin (6,1 persen), dan Said Aqil Siroj (2,9 persen).

"Tokoh-tokoh ini dipersepsikan sebagai santri yang mampu menduduki jabatan wakil presiden terutama untuk Pak Jokowi," ujar dia.

Sementara untuk urusan ketegasan, pemahaman publik sangat lekat dengan mereka yang berlatar belakang TNI/Polri. Mereka antara lain, Gatot Nurmantyo (43,2 persen), Agum Gumelar (30,7 persen), Tito Karnavian (15,2 persen), Moeldoko (8,7 persen), dan Budi Gunawan (2,2 persen).

"Nama pak Agum Gumelar memang agak mengejutkan karena beliau sudah lama tidak muncul dalam pemberitaan nasional. Namun Pak Agum memiliki tabungan popularitas serta teruji dalam lanskap politik Indonesia," kata Kunto. (ant)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

04 Mar 2021 21:41 WIB

Presiden Ajak Masyarakat Cinta Produk Dalam Negeri

Nasional

Presiden mengajak masyarakat Indonesia lebih mencintai produk dalam negeri.

03 Mar 2021 18:45 WIB

Presiden: Hadapi Bencana Tidak Perlu Banyak Aturan

Nasional

Presiden mengatakan kunci menghadapi bencana ada aspek mitigasi.

02 Mar 2021 13:30 WIB

Presiden Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras

Nasional

Presiden menerima masukan dari ormas Islam dan tokoh agama lain.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...