Survei Terbaru, Program Gus Ipul-Puti Dianggap Lebih Bisa Diterima Warga

08 May 2018 16:25

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Hasil survei soal persepsi warga terhadap program Calon Gubernur Jawa Timur, menyebut  jika program unggulan pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno ternyata lebih bisa diterima dibandingkan dengan program unggulan milik pasangan lawan. Survei ini dilakukan oleh Laboratorium Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan (LKP3), Fakultas Administrasi Universitas Brawijaya, Malang.

Dalam survei tersebut menyebut jika Gus Ipul unggul pada program ketahanan pangan, pariwisata, dan pendidikan. Sedangkan sedangkan pasangan lawan, unggul pada program infrastruktur dan ekspor. Sementara untuk program sosial dan kesehatan sama-sama diterima oleh responden. Jika dikalkulasi dalam angka, Gus Ipul meraih persentase 45,54 persen sedangkan pasangan lawan 43,83 persen.

“Program yang ditawarkan oleh masing-masing calon tersebut menjadi penting karena berdasarkan survei tersebut, akan menjadi dasar pertimbangan pemilih untuk memilih calon gubernur,” Andi Kurniawan, Pakar Kebijakan Publik dan Perencanaan Pembangunan Sekretaris LKP3 FIA UB.

Setidaknya, berdasarkan hasil survei, responden memilih calon gubernur karena tertarik dengan programnya sebanyak 28,62 persen, program tersebut mudah dipahami sebanyak 25,51 persen dan program tersebut menjangkau semua lapisan masyarakat.

Masih menurut survei yang dilakukan pada 23-30 April lalu ini, juga menyebut jika secara tipologi sosio kultural kewilayahan, program Gus Ipul dipersepsikan unggul di daerah: Tapal Kuda, Arek, dan Mataraman. Sementara pasangan lawan unggul di daerah Madura dan Mataram pesisir.

Survei ini dilaksanakan di 38 kabupaten dan kota yang ada di Jawa Timur. Dengan jumlah responden sebanyak 835 orang dengan margin of error 3,46% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Survei ini menjadi menarik dan langka karena mengambil fokus komparasi terhadap visi misi dan program prioritas dan janji-janji politik dari masing-masing pasangan calon gubernur. Karena selama ini, survei yang banyak dilakukan adalah fokus pada pemasaran politik terhadap pasangan calon gubernur. (amr)