Direktur ARCI, Baihaki Siraj memaparkan hasil survei Pilwali Surabaya di Hotel Bidakara, Surabaya, Kamis 3 Desember 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Direktur ARCI, Baihaki Siraj memaparkan hasil survei Pilwali Surabaya di Hotel Bidakara, Surabaya, Kamis 3 Desember 2020. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Survei Elektabilitas, MAJU 49,81 Persen dan Erji 41,27 Persen

Ngopibareng.id Pilkada 03 December 2020 20:06 WIB

Enam hari menjelang pelaksanaan Pemilihan Walikota (Pilwali) Surabaya, Accurate Research dan Consulting Indonesia (ARCI) mengeluarkan rilis terkait peta politik Pilwali Surabaya di Hotel Bidakara, Surabaya, Kamis 3 Desember 2020.

Dalam survei ini, ARCI mencari sejauh mana elektabilitas dari masing-masing Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota. Survei ini dilakukan pada periode 15-27 November 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling terhadap 800 responden dari 31 kecamatan di Surabaya.

Hasilnya, elektabilitas paslon nomor urut dua Machfud Arifin-Mujiaman 49,81 persen atau unggul 7,92 persen (responden yang belum menetapkan pilihan) dari paslon nomor urut satu Eri Cahyadi-Armuji 41,27 persen.

Diperinci masing-masing individu, elektabilitas Machfud Arifin mencapai 91,75 persen, lebih tinggi daripada Eri Cahyadi yang mencapai 87,25 persen. Sementara untuk calon wakil walikota, Armuji unggul jauh 85,76 persen dibanding Mujiaman 70,29 persen.

“Namun elektabilitas paslon masih sangat dinamis, tinggal siapa yang bisa memanfaatkan waktu tersisa ini berkemungkinan untuk memenangkan Pilwali Surabaya,” ungkap Direktur ARCI, Baihaki Siraj.

Angka tersebut diakuinya jauh berubah dari rilis yang dilakukan sebelumnya pada periode bulan Juli 2020 lalu. Dari hasil survei saat itu, elektabilitas Eri Cahyadi paling tinggi dengan 38,39 persen, diikuti Machfud Arifin 28,44 persen.

“Kenaikan ini sangat dimungkinkan karena Pak Machfud turun ke masyarakat lebih intens, sehingga sekarang elektabilitasnya lebih tinggi. Kemudian memang di beberapa daerah paslon dua unggul signifikan. Tapi sekali lagi ini masih sangat dinamis dan masih bisa berubah,” pungkasnya.

Di sisi lain, kata Baihaki, sangat dimungkinkan pula rendahnya elektabilitas ErJi karena dampak perpecahan di internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang lebih memilih non kader dibanding Whisnu Sakti Buana yang merupakan kader asli.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Jan 2021 08:26 WIB

Masa Depan Muhammadiyah, Ini Kunci Utamanya

Khazanah

Penjelasan Dahlan Rais, PP Muhammadiyah

25 Jan 2021 08:17 WIB

Reformasi di Tubuh Polri?

As’ad Said Ali

Berjalanlah perjuangan sesuai kaidah fikih dalam Islam

25 Jan 2021 07:55 WIB

Kuliah Pakai Sepatu Tentara, Suprawoto Malu Duduk di Depan

Tokoh

Sepatu tentara yang ia pakai adalah sepatu bapaknya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...