Dampak Viral Surat Ayah Bonek, Anak Jadi Malu dan Pendiam

11 Apr 2019 07:14 Surabaya

Viral ayah Bonek menuliskan surat izin anaknya tak masuk sekolah untuk nonton bola,-- yang kemudian diketahui hoaks, ternyata dampaknya sangat mendalam. Orang yang mlintir surat viral itu, mungkin awalnya hanya berpikir untuk iseng. Atau sekedar untuk lucu-lucuan saja.

Namun, tahukah jika surat plintiran ayah Bonek setelah jadi viral, dampaknya sangat luar biasa bagi sang anak yang menjadi korban. Guru Bimbingan Konseling (BK), SMPN 4 Surabaya, Wining Anjarwati pun menyebut harus memantau terus kondisi siswi tersebut pasca viralnya surat izin hoaks itu.

Kata Wining, saat masuk sekolah sehari setelah izin tak masuk, siswi ini sempat malu dan pendiam. Bahkan, saat bertemu dengan teman-teman lainnya, dia sempat mengalami bullying meski tak secara langsung.

"Sebenarnya saya sudah bilang ke orangtuanya untuk mengkonfirmasi langsung di media sosial bahwa surat izin itu hoaks. Dampaknya sangat berpengaruh kepada anak," kata Wining.

Untuk membesarkan hati si anak, Wining pun memberikan pengertian kepada siswi tersebut bahwa kondisi ini akan berlalu. Wining memberikan motivasi dan pengertian agar tidak lari dari masalah. Masalah tidak harus dihindari. Sebab semakin menghindar akan semakin dikejar.

"Untungnya anak ini anak yang pintar dan baik," ujar Wining.

Dalam kasus ini, Wining menegaskan jika sebenarnya anak tersebut tidak mengerti apa-apa. Dia hanya diajak menonton oleh ayahnya yang memang gemar dengan bola. Permasalahan ini pun, kata Wining sudah diselesaikan oleh pihak sekolah dengan orangtua anak tersebut.

"Masalahnya sudah selesai, orangtua sudah datang kemari kami sudah beri pengertian agar tidak terjadi hal seperti ini lagi ke depannya," kata Wining.

Seperti diketahui, menjelang laga Persebaya melawan Arema di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya pada 9 April yang lalu, Bonek digemparkan dengan selembar surat yang ditulis oleh ayahnya yang mengaku sebagai Bonek.

Dalam selembar surat itu menyebut, jika si ayah meminta izin kepada sekolah agar anaknya tak bisa masuk sekolah karena diajak nonton Persebaya. Surat ini menjadi viral karena dalam surat tersebut disebut alasan anaknya tak bisa mengikuti pelajaran karena "PANGGILAN JIWA" untuk siap mendukung  tim kebanggaan Surabaya, Persebaya vs  Arema.  Surat ini pun kemudian menjadi viral di media sosial.

Namun, setelah ditelusuri surat yang menjadi viral ini ternyata sudah plintiran yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggungjawab. Pihak sekolah menyatakan, sebelumnya si anak memang memajang surat izin dari ayahnya ini di media sosial.

Diduga, oknum tak bertanggungjawab ini kemudian mereproduksi ulang isi surat tersebut dengan kalimat yang dilebih-lebihkan. Reporter ngopibareng.id sempat melihat surat asli yang dikirimkan ke sekolah. Jika diamati, bahasa yang digunakan beda jauh antara surat asli dengan yang viral. Pun demikian juga dengan kerapian tulisan tangan. Beda jauh. Lebih rapi surat yang menjadi viral di media sosial. (pita)

Penulis : Pita Sari
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini