Kontingen Kota Surabaya menerima gelar juara umum di ajang Kejurnas Finswimming Antar Kabupaten/Kota Piala Gubernur Jatim di Kolam Renang Dispora Jatim, Surabaya, Minggu 17 November 2019. (Foto: Fariz/ngopibareng.id)

Surabaya Pertahankan Gelar Juara Umum Kejuaraan Finswimming

Lain-lain 17 November 2019 20:32 WIB

Kontingen Kota Surabaya mempertahankan gelar juara umum di ajang Kejuaraan Finswimming antar kabupaten/kota memperebutkan Piala Gubernur Jawa Timur 2019. Kegiatan ini diselenggarakan di kolam renang Dispora Jatim, Surabaya, pada 16 sampai 17 November 2019.

Kota Surabaya berhasil menjadi juara umum dengan koleksi 34 emas, 20 perak, dan 14 perunggu. Di mana, posisi kedua direbut kontingen Kabupaten Pasuruan dengan perolehan medali 26 emas, 11 perak, dan 7 perunggu, dan ketiga kontingen Banyuwangi dengan raihan 12 emas, 11 perak dan 12 perunggu.

Dari hasil pertandingan, Ketua Pengurus Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Provinsi Jatim, Mirza Muttaqien mengaku senang, karena catatan waktu yang ditorehkan atlet saat ini memperlihatkan adanya peningkatan.

“Alhamdulillah, penyelenggaraan tahun ini luar biasa. Mereka memberikan catatan waktu yang luar biasa. Lebih baik daripada kejuaraan sebelumnya,” ujar Mirza usai perlombaan.

Lebih bangganya lagi, ungkap pria yang juga pengusaha properti itu, pada kejuaraan ini persebaran medali lebih merata. Di mana, Surabaya yang langganan juara kita berhasil ditempel ketat oleh daerah-daerah yang jarang berada di papan atas.

"Khususnya Pasuruan, Banyuwangi, dan Malang sekarang berkembang cukup bagus. Artinya proses pembinaan di daerah berjalan baik," ungkapnya.

Saat disinggung apakah ada atlet yang akan dipromosikan ke tim Puslatda. Mirza mengatakan masih belum ada yang bisa mengimbangi catatan waktu atlet yang di proyeksikan untuk PON XX 2020 Papua.

Namun, ia mengatakan jika nama-nama ada saat ini menjadi aset POSSI Jatim yang bisa terus dikembangkan menjadi atlet berkaliber internasional.

"Khusus kelompok umur A dan B ini kan akan menjadi aset kita untuk menggantikan atlet yang tidak bisa tanding lagi di PON XXI 2024. Apalagi, waktunya panjang jadi bisa lebih siap atlet pelapis ini," pungkasnya.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Jul 2020 14:48 WIB

Ribut dengan Pacar, Gantung Diri di Kosan Wiyung Surabaya

Surabaya

Tewas diduga gantung diri usai bertengkar dengan pacar.

11 Jul 2020 13:30 WIB

Whisnu Sakti Anggap Kampung Kuliner Bisa Landaikan Covid-19

Surabaya

Warga Dukuh Kupang gagas kampung kuliner.

11 Jul 2020 13:10 WIB

Masjid Al Akbar Batasi Jemaah Salat Idul Adha, Ini Cara Daftarnya

Surabaya

Pembatasan jemaah dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...