Sujiwo Tejo ketika hadir di acara 'Kebhinekaan di Era Milenial', Jumat (6/7). (amm/ngopibareng.id)
Sujiwo Tejo ketika hadir di acara 'Kebhinekaan di Era Milenial', Jumat (6/7). (amm/ngopibareng.id)

Sujiwo Tejo Ajak Generasi Milenial Gunakan Bahasa Daerah

Ngopibareng.id Seni dan Budaya 06 July 2018 13:14 WIB

Seperti yang kita ketahui, di era milenial ini keberagaman budaya Indonesia mulai ditinggalkan oleh para generasi penerus bangsa. Salah satunya yakni bahasa dari masing-masing daerah yang mulai jarang digunakan anak-anak muda.

Kebanyakan dari mereka menganggap jika menggunakan bahasa daerah terkesan 'kampung'. Padahal,  bahasa daerah merupakan kekayaan bangsa yang harus dilestarikan.

Dengan mengenakan topi lebar, jaket dan bawahan kain yang menjadi ciri khasnya, Sujiwo Tejo tampil memukau di depan peserta seminar nasional bertajuk 'Bahasa Daerah Sebagai Identitas Bangsa', Jumat 6 Juli 2018 di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Ia mengatakan tidak semua kata bisa diungkapkan menggunakan bahasa nasional.

"Semua kata-kata tidak dapat dikatakan hanya dengan bahasa Indonesia saja. Tapi kita bisa menggunakan bahasa lain yakni bahasa daerah," ujarnya.

 

Bahkan, ia juga mengatakan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari ini dianggap lebih sopan oleh para orangtua.

"Bagi anak muda harusnya bisa berbahasa Jawa. Misalnya kalian punya pacar, para orangtua pacar kalian itu lebih senang dengan anak muda yang menggunakan bahasa daerah karena dianggap lebih sopan," ungkapnya.

Budayawan yang akrab dipanggail Mbah Tejo ini mengajak para orang tua serta anak muda untuk kembali menggunakan bahasa Indonesia.

"Salah satu usaha untuk mepertahankan bahasa daerah, orangtua harus mengajak anaknya untuk bicara menggunakan bahasa daerah. Dan untuk kalian para generasi muda, tak perlu malu menggunakan bahasa daerah," serunya. 

 

Mbah Tejo mengungkapkan, adanya seminar seperti ini sangat bagus diselenggarakan. "Seminar seperti ini merupakan perlawanan  yang bagus di tengah kebergaman sekarang," pungkasnya. (amm)

Penulis : Amanah Nur Asiah

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Feb 2021 11:00 WIB

DMI Surabaya dan Takmir Masjid Mulai Divaksin Hari ini

Surabaya

Termasuk Ketua DMI Surabaya, Arif Afandi juga ikut vaksinasi Covid-19 ini.

25 Feb 2021 21:45 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Cabut Izin Pasar di Eks Penjara Koblen

Surabaya

Sebab dalam UU dan Perda, tak ada aturan boleh untuk pasar.

25 Feb 2021 21:00 WIB

Pemprov Jatim Luncurkan Gerakan Santri Bermasker

Jawa Timur

Khofifah ingin, gerakan ini jadi ikhtiar penanganan pandemi.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...