Tersangka inisial E alias Gowang, usia 42 tahun saat rilis kasus di Mapolresta Malang Kota. (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)
Tersangka inisial E alias Gowang, usia 42 tahun saat rilis kasus di Mapolresta Malang Kota. (Foto: Lalu Theo/ngopibareng.id)

Bejat, Ayah di Malang Cabuli Anak Kandung

Ngopibareng.id Kriminalitas 29 June 2020 16:30 WIB

Seorang ayah berinisial E alias Gowang usia 42 tahun, tega mencabuli anak kandungnya sendiri, yakni IDF yang berusia 19 tahun. Gowang sendiri sudah lama bercerai dari istrinya berinisial NI yang berusia 41 tahun. Mereka berdua sudah bercerai selama 8 tahun, sejak 2012 hingga 2020.

"Pelaku (Gowang) ini udah lama cerai dengan istrinya. Anak dan bapak tinggal satu rumah. Pada saat pelaku minta pijat anaknya. Hasrat dari bapaknya muncul," terang Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu, Senin 29 Juni 2020.

Saat itulah, terang Azi, pelaku langsung mengajak anak kandungnya untuk melakukan persetubuhan. Aksi tak senonoh tersebut dilakukan sebanyak tiga kali, Mulai 2014 sampai April 2020.

"Korban sempat diancam. Kalau mengadu ke orang lain, pelaku akan menyakiti korban. Sehingga korban takut mengadu kepada ibunya," tuturnya.

Aksi pencabulan tersebut dilakukan di rumahnya sendiri, yaitu di kawasan Jalan Terusan Mergan Raya, Kecamatan Sukun, Kota Malang. "Namun, karena tidak tahan dengan kelakuan bapaknya. Korban akhirnya mengadu juga kepada ibunya," ujar Azi.

Kemudian aksi pelaku dilaporkan sendiri oleh mantan istrinya, NI ke Mapolresta Malang Kota pada 6 April 2020. Pelaporan tersebut juga didukung oleh adanya hasil visum et repertum yang dikeluarkan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang yang menunjukkan adanya tindakan pencabulan.

Dari kediaman tersangka, polisi lalu membawa sejumlah alat bukti yang digunakan oleh korban saat dicabuli berupa pakaian, seperti celana jeans, baju kaos, sampai celana dalam.

Atas perbuatan bejatnya tersebut, tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 3 UU RI nomor 35 Tahun 2014 dan/atau Pasal 82 ayat 2 UU RI nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan penjara selama 15 tahun.

Saat ini korban ditangani oleh unit Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polresta Malang Kota untuk mendapatkan trauma healing.

"Kondisi korban saat ini masih sedikit mengalami trauma," tutup Azi.

Penulis : Lalu Theo Ariawan Hidayat Kabul

Editor : Rizal A

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

05 Dec 2020 16:00 WIB

Kapolda Jatim Pantau Kesiapan Pengamanan Pilkada di Malang

Pilkada

Kapolda imbau tiga polres di Malang Raya bisa bersinergi.

05 Dec 2020 15:46 WIB

Desaier Ulfa Mumtaza Luncurkan Busana Terbaru Motif Shibori

Inovasi

Desaier Ulfa Mumtaza keluarkan busana terbaru dengan motif Shibori.

05 Dec 2020 15:23 WIB

Iyut Bing Slamet Kemungkinan Jalani Rehab, Ini Faktanya

Selebriti

Mantan artis cilik ini akan direhab karena diketahui sebagai pengguna napza

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...