Ilustrasi Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Dardak menjalani vaksinasi Covid-19, pada 14 Januari 2021. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)
Ilustrasi Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Dardak menjalani vaksinasi Covid-19, pada 14 Januari 2021. (Foto: Fariz Yarbo/Ngopibareng.id)

Pandemi Covid Diprediksi Hilang 4 Tahun, Wajib Pakai Masker!

Ngopibareng.id Pendidikan 18 January 2021 12:55 WIB

Akademisi Universitas Airlangga Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si, M.Ked.Klin, SpMK menyampaikan, meskipun vaksinasi untuk Covid-19 sudah dilaksanakan masyarakat wajib mengunakan masker dengan benar. Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan pandemi Covid-19 selain rajin mencuci tangan dengan sabun lalu dibilas air bersih, dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. 

"Masker baru dapat dilepas setelah pandemi berakhir. Hal tersebut berkaca dari musibah pandemi pada tahun 1918 silam, setidaknya butuh waktu sekitar empat tahun hingga pandemi benar-benar berakhir," ungkap Agung Dwi Wahyu, Senin, 18 Januari 2021.

Ia pun memprediksi, masyarakat masih harus mengunakan masker selama 4 tahun ke depan sampai pandemi benar-benar berakhir, dan bisa lebih panjang kalau masyarakat tidak patuh protokol kesehatan.

Akademisi yang akrab disapa Agung itu menjelaskan, setelah pemberian vaksin pertama, tubuh tidak langsung kebal terhadap virus.

Setidaknya, lanjut Agung, butuh waktu seminggu untuk menghasilkan antibodi. Antibodi yang dihasilkan itu pun masih cukup rendah kadarnya. Bahkan pada beberapa kasus, misalnya Hepatitis B, antibodi tidak terbentuk setelah vaksinasi. Sehingga infeksi sangat mungkin terjadi meski telah menerima vaksin.

“Setelah pemberian vaksin pertama, antibodi masih belum terbentuk. Sambil menunggu antibodi meningkat dengan baik, kita tetap harus memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan lainnya,” tegas Dosen Fakultas Kedokteran Unair itu.

Agung menegaskan, tujuan vaksinasi bukan untuk melepas masker. Melainkan untuk menghentikan penularan virus. Ia menyarankan agar tetap melakukan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, mengurangi mobilisasi dan menjauhi kerumunan.

“Pemberian vaksin juga tidak melindungi kita dari proses penularan virus. Karena walaupun sudah divaksin, transmisi virus kan tetap terjadi,” tuturnya.

Agung mengingatkan, kepada masyarakat bahwa setelah pemberian vaksin, kekebalan tubuh belum tentu meningkat secara langsung. Terlebih lagi, hasil vaksinasi setiap orang tidak sama. 

“Penggunaan masker dapat meminimalisir virus yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jumlahnya kecil  dan dapat dilawan oleh sistem kekebalan tubuh,” pungkasnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

01 Mar 2021 17:00 WIB

Jawa Timur Gelar Kontes Putri Cilik dan Putri Remaja 2021

Inovasi

Membasa misi khusus lantaran digelar di tengah pandemi.

01 Mar 2021 16:54 WIB

Kasus Uang Dolar Palsu, Polisi Temukan Uang Euro Rp1,7 Triliun

Kriminalitas

Hasil pengembangan, Polisi temukan uang Euro dan Yuan senilai Rp1,7 Triliun

01 Mar 2021 16:40 WIB

Millendaru Konsumsi Benzo sesuai Resep Dokter Sejak Keluar Rehab

Gosip Artis

Millendaru dari sabu-sabu kini benzo.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...