Ada di Youtube, Kenapa Nobar Sexy Killers Masih Ramai?

16 Apr 2019 13:45 Reportase

Sejak tanggal 13 April 2019, Film Sexy Killers telah diunggah ke Youtube. Hingga saat ini film tersebut telah ditonton lebih dari lima juta kali. Sebelum diunggah ke Youtube, mereka yang ingin menonton film besutan jurnalis seniro Dandhy Laksono ini hanya bisa menonton melalui titik-titik nonton bareng di masing-masing daerah.

Kini, setelah video tersebut diunggah ke youtube dan berulang kali ditonton. Masih banyak pihak yang mengadakan agenda nonton bareng Film Sexy Killers diikuti acara diskusi. Salah satunya, nonton bareng yang dilaksanakan Senin 15 April 2019 di Kopilogi, Kota Malang.

Nobar ini diinisiasi oleh beberapa organisasi lingkungan seperti Akar Rumput, Bersihkan Indonesia Movement, Enter Nusantara, dan berbagai mahasiswa. Kurang lebih seratus orang yang hadir pada acara nonton bareng tersebut.

Suasana Nonton Bareng Foto FajarNgopibarengid
Suasana Nonton Bareng (Foto: Fajar/Ngopibareng.id)

Menurut salah satu produser film Sexy Killers, Arief Fiyanto nonton bareng sudah diadakan hampir di 500 titik di seluruh Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap film yang mengungkap kerusakan yang disebabkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini sangat tinggi.

Ayuma Zahra, mahasiswa Fakultas Ilmu Admistrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) mengatakan bahwa dirinya sudah lebih dari tiga kali menonton. Meski begitu, dirinya tidak bosan dan rajin mengikuti diskusi-diskusi mengenai pertambangan batu bara yang menjadi inti pembahasan dalam film berdurasi 88 menit tersebut.

“Filmya gak ngebosenin, kita dapat sebuah informasi tentang hal-hal yang selama ini tidak kita ketahui,” ujarnya. Selain itu, diskusi yang dipantik oleh pemateri yang berbeda-beda membuka wawasannya tentang apa yang terjadi di balik pembangunan PLTU. Terutama diskriminasi yang dialami oleh warga sekitar PLTU.

Arief Fiyanto juga mengatakan kalau dari 15 film yang diproduksi oleh WatchDoc, Sexy Killers menjadi film yang paling banyak ditonton.

Tidak hanya itu, Mutia dari organisasi lingkungan Enter Nusantara mengatakan bahwa Direktur WatchDoc, Dandhy Laksono sebelumnya telah menyampaikan jika yang paling menarik dari film-film buatan WatchDoc terutama Sexy Killers ini bukan hanya mengenai isu yang diangkat atau pun soal pengambilan gambar. Akan tetapi, saling bertukar pengetahun para penonton setelah menonton film tersebut. “Ini yang membuat saya semangat untuk keliling bertukar pengetahuan setelah menonton Sexy Killers,” ujar Mutia.

Meski sudah ditonton oleh banyak orang, seperti film-film yang sebelumnya, WatchDoc juga enggan memonetisasi konten videonya. Hal ini dikarenakan demi menjaga independensi.

Penulis : Fajar Dwi Ariffandhi
Editor : Moch. Amir


Bagikan artikel ini