Istri Digadaikan Ternyata Malah Lebih Betah

15 Jun 2019 11:08 Kriminalitas

Kasus suami diduga menggadikan istrinya di Lumajang semakin menarik untuk diikuti. Pasalnya perkembangan terbaru dari keterangan saksi menyebut jika Hori ternyata memang sengaja memasang umpan istrinya untuk mendapatkan pinjaman uang dari Hartono.

Keterangan itu didapatkan dari Lasmini, istri dari Hori. Kata Lasmini, dia sengaja diumpankan kepada Hartono untuk mendapatkan pinjaman. Lasmini disuruh mengaku sebagai perempuan lain.

Namun, Hartono akhirnya mengetahui jika Lasmini adalah istri dari Hori. Hartono pun kemudian 'menahan' Lasmini sebagai jaminan atas pinjaman yang dilakukan suaminya.

Celakanya, selama menjadi "istri jaminan" itu, Lasmini malah lebih senang tinggal bersama dengan Hartono. Dia mengaku malah lebih betah dibandingkan tinggal dengan suami sahnya.

Penyebabnya, Hori dianggap sebagai suami yang tak bertanggungjawab, suka main judi dan bahkan "coming hand" alias suka main tangan memukul.

“Awalnya pinjam uang Rp 120 juta, dibuat judi terus sama dia (Hori)," ujar Lasmi kepada Kapolres Lumajang AKBP Arsal Sahban.

Padahal Hori tak memiliki pekerjaan tetap. Tapi dia malah sering menghabiskan uang di tempat judi di berbagai tempat. Jika sudah kalah ia kalap dan sering marah, apalagi saat diingatkan.

"Saya pernah ingatkan, tapi marah dan main pukul," ungkapnya.

Utang segunung yang dpinjam Hori itu pun, saat meminjam diakuinya sebagai modal awal untuk bisnis tambak udang. Namun kenyataannya malah dihabiskan untuk main judi.

"Jujur pak, saya senang tinggal bersama Hartono. Dia (Hori) kasar dan mau menang sendiri, tidak mau diatur," terang perempuan asal Medan, Sumatera Utara itu.

Kasus yang menjerat Hori bin Suwari ini awalnya berawal dari kasus pembunuhan. Hori maunya membunuh Hartono, pria yang memberikan hutang kepadanya. Namun ternyata salah sasaran.

Hori membunuh Toha dengan sabetan celurit. Korban kemudian terjatuh dan tak berdaya akibat aksi Hori ini. Saat tak berdaya itulah, Hori menyadari bahwa korban bukan laki-laki “incarannya”, bahkan korban masih merupakan kerabat Hori.

Penulis : Moch. Amir


Bagikan artikel ini