Soal Revolusi Industri, Prabowo Sebut Indonesia Belum Siap

18 Feb 2019 00:11 Politik

Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia masih belum siap menghadapi era industri 4,0. Dahsyatnya perkembangan teknologi industri 4,0 ini malah berdampak buruk.

"Misalnya satu pabrik mobil di Jerman yang biasanya memiliki 15 ribu pekerja, sekarang bisa hanya dengan kurang lebih 50 orang saja," katanya.

Lanjut Prabowo, pemerintah sekarang harus bisa melindungi petani. "Pemerintah kita ini belum bisa membela petani. Pemerintah belum bisa menjamin harga pangan yang terjangkau rakyat, Ini yang kita permasalahkan, Pak," katanya.

Prabowo berjanji apabila terpilih, akan membuat Indonesia mandiri. "Saya ingin menjamin bila terpilih sebagai Presiden nanti Indonesia bisa menyediakan apa saja dari tangannya sendiri, tanpa harus impor dari negara lain," katanya.

Sementara calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo berpendapat bahwa dengan sumber daya da infrastruktur yang dimiliki saat ini optimis Indonesia akan mampu bersaing dengan negara lain di era industri 4,0.

"Dengan persiapan pembangunan sumber daya manusia bangsa kita siap menuju revolusi industri 4,0. Contohnya, petani kita kenalkan dengan namanya marketplace, sehingga bisa berjualan secara online. Antara petani dengan konsumen semaki dekat," kata Jokowi.

Lanjut Jokowi, usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah sudah saatnya memanfaatkan online sistem, sehingga mengubah ekosistem offline menuju ekosistem online sangat diperlukan waktu yang cepat.

"Inilah proses-proses yang harus kita kerjakan di lapangan, sehingga kita tidak tertinggal dengan negara-negara lain dalam menyongsong revolusi industri," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Jokowi, untuk menunjang hal tersebut pemerintah telah membangun Palapa Ring di berbagai wilayah di Indonesia. "Di bagian timur, kemudian tengah semuanya sudah hampir 100 persen. Bahkan saat ini sekitar 74 persen kabupaten/kota sudah kita bangun," katanya. (wit)

Penulis : Witanto


Bagikan artikel ini