Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Blitar, M Arinal Huda dalam kunjungannya ke situs Jaka Tarub bersama para aktivis lingkungan Pandur (Pandanarum Nandur), Rabu 20 Januari 2021. (Foto: Choirul Anam/Ngopibareng.id)

Situs Jaka Tarub di Desa Pandanarum, Potensi Wisata Blitar

20 Jan 2021 20:48

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Di Desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, terdapat situs Jaka Tarub. Sayangnya, lokasi tersebut belum tersentuh secara maksimal untuk destinasi wisata setempat.

Ngopibareng.id mengikuti perjalanan Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Blitar, M Arinal Huda dalam kunjungannya ke situs Jaka Tarub bersama para aktivis lingkungan Pandur (Pandanarum Nandur), Rabu 20 Januari 2021.

Perjalanan ditempuh sejauh dua kilometer dari posko Pandur menuju situs Jaka Tarub. Jalan yang dilewati terjal penuh bebatuan. Area ini belum dilakukan pengerasan lapen jalan, serta melewati hutan yang tampak sebagian kayunya sudah habis ditebang.

Begitu tiba di lokasi, situs Jaka Tarub tampak kepalanya sudah hilang akibat ulah tangan jahil. Hal ini tentu sangat disayangkan. Menurut cerita warga kepada para aktivis lingkungan Pandur peninggalan bersejarah ini berkurang nilainya.

Meski demikian, keberadaan situs Jaka Tarub ini masih dirawat dan dilestarikan oleh komunitas Pandur secara mandiri dan swadaya.

“Semangat teman-teman Pandanarum Nandur ini, saya apresiasi sebagai potensi destinasi wisata budaya, wisata sejarah yang berpotensi untuk dikembangkan,” jelas Arinal Huda. “Saya baru kali ini datang ke situs Jaka Tarub. Kalau semangat dari teman-teman komunitas Pandur tetap solid dan selanjutnya dengan membetuk kelompok sadar wisata. Destinasi wisata budaya akan menjadi destinasi wisata yang besar,” sambung dia.

Kedatangan Arinal Huda disambut baik oleh Koordinator Komunitas Pandur, Agus Setyo Budi Santoso. Menurutnya, permasalahan akses jalan dan penunjuk arah menuju situs Joko Tarub yang belum layak.

“Harapannya ada dukungan dari pemerintah untuk melestarikan situs Joko Tarub. Termasuk bagaimana caranya mendatangkan arkeolog dari Balai Cagar Budaya Trowulan,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut Agus Setyo Budi Santoso, banyak pengunjung situs Joko Tarub yang kesulitan menemukan lokasinya. “Tidak ada tanda-tanda penunjuk arahnya,” imbuh dia.

Menanggapi hal ini, Arinal Huda, pihaknya akan sangat mendukung pelestarian budaya ini sampai terbentuknya Pokdarwis, yakin pengembangan wisata budaya dan sejarah tak pernah mati. Hal ini akan menambah potensi destinasi wisata yang ada di Kabupaten Blitar.