Para siswa SMKN Winongan Pasuruan bagikan masker gratis. (Foto: Dok Humas)

Siswa SMKN Winongan Pasuruan Bagikan Masker Gratis Buatan Sendiri

Ngopibareng Pasuruan 04 April 2020 01:41 WIB

Meskipun tak memiliki kelas tata busana, para pelajar SMKN Winongan tergerak hatinya di tengah wabah corona melanda di Jatim dengan memproduksi masker dalam jumlah banyak.

Masker buatan para siswa ini tidak untuk dijual, melainkan dibagi-bagikan kepada para pengendara sepeda motor, pengayuh becak dan supir truk yang melintas di depan sekolah.

Tampak belasan pelajar SMKN Winongan plus guru dan didampingi kepala sekolah membagikan masker kepada para pengendara maupun pejalan kaki yang lewat di depan sekolah. Tak butuh waktu lama, ratusan masker tersebut habis hanya dalam hitungan menit saja.

Dewi, salah satu siswi mengaku senang sekali bisa berbagi masker dengan masyarakat. Utamanya mengisi kebosanan saat harus belajar di rumah.

"Tugas dari guru sudah selesai, dan saya gak boleh ke mana-mana. Mumpung disuruh ke sekolah untuk kegiatan ini, makanya langsung mau. Bosen di rumah terus," katanya.

Sementara, Kepala SMKN Winongan, Evi Ristiana Andayani mengatakan, ratusan masker yang dibagikan gratis ke masyarakat adalah buatan tangan anak didiknya.

Meskipun tidak ada kelas tata busana, dirinya mengajak siswa-siswi yang bisa menjahit, untuk membuat masker dengan kain yang sudah disediakan pihak sekolah.

"Banyak sekali anak-anak kami yang pandai menjahit. Saya juga bisa menjahit, makanya pas saya tawari, anak-anak sangat antusias," katanya.

Evi menambahkan, kain yang digunakan untuk membuat masker adalah kain seragam pegawai yang tak terpakai. Meski tak terpakai, kain tersebut masih bagus, sehingga layak untuk disulap menjadi masker dengan jumlah banyak.

"Kebetulan sesuai kebijakan pemerintah yang menginginkan refocusing anggaran maupun kegiatan untuk penanganan Covid-19. Itulah yang mendasari kami untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker sebagai media efektif dalam melindungi percikan batuk atau bersin-bersih dari orang lain," katanya.

Kata Evi, produksi masker yang diakhiri dengan pembagian secara gratis ke masyarakat, tak hanya dilakukan sehari saja. Melainkan hingga habis, sisa kainnya. Langkah ini dilakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan masker.

"Apalagi harga masker langsung meroket, bahkan tak jarang yang sampai kesulitan mencari masker di toko, apotik maupun tempat-tempat perbelanjaan lainnya. Semoga dengan kepedulian kami, setidaknya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat agar terhindar dari Covid-19," katanya. (sumber: www.pasuruankab.go.id)

Penulis : Witanto

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

31 May 2020 05:12 WIB

Ulama: Pandemi COVID-19, Ketaatan pada Ulil Amri Tak Mutlak

Islam Sehari-hari

Ketaatan tak bertentangan ketentuan Allah dan Rasulullah

31 May 2020 02:47 WIB

Sejarah, Makna dan Tradisi Lebaran Ketupat di Berbagai Daerah

Feature

Sejarah ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga.

31 May 2020 02:38 WIB

Doa Mengetuk Alam Ruhani, Mengubah Alam Fisik

Khazanah

Pesan Islam dalam perspektif tasawuf di masa Pandemi COVID-19

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.