Siswa SMK Indonesia Raih 15 Medali World Skill Competition

30 Aug 2019 08:12 Pendidikan

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia meraih prestasi di ajang kompetisi internasional. Para siswa berhasil memboyong 15 medali di ajang World Skill Competition (WSC).

Dalam acara yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada 22-27 Agustus 2019, siswa SMK Indonesia meraih nilai perolehan medali (total medal points) sebanyak 20 poin.

Kompetisi ini merupakan level tertinggi kompetisi keterampilan bagi anak muda dari seluruh dunia. Fokus kompetisi pada keterampilan yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri.

Didik Suhardi, selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengapresiasi prestasi yang dicapai siswa SMK Indonesia tersebut.

"Selamat kepada tim World Skill Competition, Indonesia tahun 2019 yang berlangsung di Kazan. Ini tentu prestasi terbaik yang tahun ini," kata Didik Suhardi kepada ngopibareng.id, Jumat 30 Agustus 2019.

Sebanyak 29 bidang lomba yang diikuti perwakilan Indonesia dari 56 total bidang yang dilombakan, tim Indonesia menempati peringkat ke-15 dari 62 negara peserta World Skill Competition.

Indonesia berada satu tingkat di atas negara Australia yang menempati peringkat ke-16, dengan perolehan nilai sebesar 18 poin, dan total  perolehan medali sebanyak 13 medali (1 medali perak, tiga medali perunggu dan sembilan medallion for excellence).

Tim Indonesia juga melewati prestasi siswa SMK dari Kanada yang menduduki posisi ke-17, dengan perolehan nilai 17 poin, dan 15 perolehan medali (satu perak, 14 medallions for excellence).

Sementara itu, Norwegia berada di posisi ke-31 dengan perolehan nilai enam poin dan enam medallion for excellence, dan Belanda berada di posisi ke-22 dengan perolehan nilai 11 poin dan perolehan medali sebanyak 11 medallion for excellence.

"Prestasi siswa SMK di ajang WSC tersebut diharapkan  dapat memicu semangat dan motivasi bagi para siswa SMK untuk lebih berprestasi di kancah internasional," ujar Didik Suhardi.

Target berikutnya para siswa diharapkan dapat meningkatkan perolehan medali khususnya medali emas. "Saya harapkan persiapan tahun depan lebih matang, supaya posisi tim Indonesia lebih tinggi dan perolehan medalinya lebih banyak lagi," ujarnya.

Berdasarkan data Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, rincian perolehan medali yang berhasil direbut siswa Indonesia dalam ajang tersebut, meliputi, Silver Medal/peringkat 2 dunia untuk bidang IT Network Systems Administration, Silver Medal/ peringkat 2 dunia untuk bidang IT Software Solutions for Business, Bronze Medal/ peringkat 3 dunia untuk bidang Plastic Die Engineering.

Kemudian, Medallion for Excellence untuk 12 bidang yaitu Web Technologies, Automobile Technology, CNC Milling, Welding, Restaurant Service, Graphic Design Technology, Mechanical Engineering CAD, Hairdressing, Electronics, Industrial Control, Mechatronics, Fashion Technology.

Software Solutions for Business merupakan keterampilan untuk mempersiapkan dan memperbaharui perangkat lunak atau software yang dibutuhkan bagi bisnis skala besar maupun kecil.

Sementara itu, bidang Plastic Die Engineering merupakan keterampilan untuk mendesain dan merangkai plastik cetak untuk kebutuhan produksi massal dengan kualitas baik, dan berbiaya produksi rendah.

Adapun bidang Information Technology Network System Administration merupakan keterampilan untuk merancang, mengelola kebutuhan jaringan komputer bagi organisasi profit dan non-profit.

Keikutsertaan siswa SMK Indonesia dalam ajang ini sudah kedelapan kalinya, sejak menjadi anggota World Skill Competition di tahun 2004. Keikutsertaan perdana di tahun 2005 di Helsinki, Finlandia.

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Yasmin Fitrida


Bagikan artikel ini