Salah satu adegan drama Korea Selatan (drakor) The K2. (Foto: tvN)

Sinopsis The K2: Konflik Para Politikus Jelang Pilpres

06 Aug 2020 02:50

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

Drama Korea Selatan (drakor) The K2 akan kembali tayang di Trans TV, Kamis 8 Agustus 2020 pukul 09.30-11.00 WIB. Sekilas adegan flashback muncul dimana direktur JSS menghubungi kepala polisi dan mengatakan bahwa ia akan mengambil insurance policy yang ia tawarkan. Berlanjut kembali ke saat ini, master Song (Song Kyung-chul) memaksa untuk ikut dalam penyerangan JSS.

Kapten JSS akhirnya memperbolehkannya ikut, sembari diam-diam mengintruksikan anak buahnya untuk nanti menjaganya agar tidak ikut turun dari mobil. Seperti sudah diprediksi, pihak Gwan-Soo sudah menduga bahwa pihak Yoo-Jin akan menyerang mereka.

Mereka pun melaksanakan strategi yang sudah mereka rancang sebelumnya, untuk meloloskan diri dari kejaran para bodyguard JSS. Dengan bantuan polisi korup, mobil Gwan-Soo berhasil lepas dari buntutan mereka dan menuju ke tempat persembunyiannya, sementara mobil-mobil JSS yang mengejar mereka berjaga di sekitar rumah Gwan-Soo karena mengira Gwan-Soo berada di sana.

Tanpa disadari oleh Gwan-Soo, Yoo-Jin sudah memperkirakan hal itu, berkat direktur JSS yang ternyata hanya berpura-pura untuk bergabung dengan pihak Gwan-Soo. Beberapa bodyguard JSS sudah mengepung tempat persembunyian Gwan-Soo, termasuk ketua tim Seo dan Je-Ha yang menyamar menjadi anak buah Gwan-Soo di sana. Apesnya, sekretaris Gwan-Soo menyadari ada yang tidak beres lantas mengucapkan pertanyaan jebakan, yang tidak mampu dijawab dengan benar oleh Seo dan Je-Ha.

Sementara keduanya berada di bawah todongan senjata bodyguard Gwan-Soo yang lain, Gwan-Soo dan sekretarisnya melanjutkan langkahnya ke tempat persembunyian. Untungnya, sebelum sempat mereka dibunuh, bodyguard JSS lain yang mengepung tempat itu segera menyerang dan menembaki bodyguard Gwan-Soo yang hendak membunuh Seo dan Je-Ha.

Pertempuran pun dimulai. Dengan bantuan para bodyguard JSS yang menembaki bodyguard-bodyguard Gwan-Soo dari kejauhan, Seo dan Je-Ha berusaha untuk terus mengejar Gwan-Soo. Seo yang tertembak di dadanya (tapi selamat karena menggunakan rompi anti peluru) meminta Je-Ha untuk tidak menghiraukannya dan lanjut mengejar Gwan-Soo karena apabila misi mereka gagal maka mereka juga akan mati.

Je-Ha berhasil mengejar Gwan-Soo yang masuk ke dalam ruangan rahasia. Kini ia pun berhadapan langsung dengan Gwan-Soo, orang yang sudah ia cari-cari selama ini dan ingin ia bunuh untuk membalaskan dendammnya terhadap Raniya.

Je-Ha semakin mendekat ke arah Gwan-Soo yang mulai panik ketakutan. Tanpa diduga, PTSD Je-Ha kambuh. Nafasnya mulai memburu dan keringat dingin menetes dari dahinya. Ia kini ikut menjadi panik dan tidak lagi mampu untuk membunuh Gwan-Soo seperti yang diinginkan. Dengan berteriak, ia menembakkan semua peluru pistolnya ke langit-langit ruangan, hingga akhirnya kepanikannya mulai reda dan nafasnya sedikit demi sedikit tenang kembali.

Gwan-Soo melihat kesempatan ini untuk menyogok Je-Ha, memastikan ia tidak akan keluar hidup-hidup apabila saat ini ia membunuhnya dan akan memberikannya bayaran dua kali lipat apabila tidak membunuhnya. Je-Ha jadi teringat pesan Anna agar ia kembali dalam keadaan hidup, serta ucapan Yoo-Jin yang mengatakan bahwa peluru bukanlah satu-satunya cara untuk membunuh orang.

Je-Ha tertawa sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.

Je-Ha meminta Gwan-Soo untuk duduk lalu memerintahkannya untuk membiarkan semua anggota JSS yang tertangkap untuk meninggalkan tempat tersebut dengan aman. Gwan-Soo mengiyakan.

Semua tim JSS yang berjaga di sekitar rumah Gwan-Soo mendapat instruksi untuk mundur. Master Song kebingungan karena sudah disuruh pulang padahal belum melakukan apa-apa. Dengan tertawa yang lain memberitahunya bahwa mereka sudah menang.

Jaksa Kim dengan malu membebaskan Se-Joon dari ruang investigasi kejaksaan. Saat melangkah keluar, dengan didampingi oleh ketua Joo, meski kesal dengan pihak kejaksaan, Se-Joon bersikap tenang dan seolah tidak mempermasalahkan hal itu karena pihak kejaksaan sudah meminta maaf. Ia pun masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya.

Direktur JSS bertepuk tangan melihat siaran berita tersebut dan memberi selamat pada Yoo-Jin.

Sementara itu, malam itu juga, partai Gwan-Soo akhirnya mengumumkan bahwa mereka kembali mengundang Se-Joon untuk masuk ke partai mereka. Juru bicara mereka meminta wartawan yang hadir untuk memastikan berita tersebut tayang secepat mungkin.

Kembali ke ruang rahasia Gwan-Soo. Je-Ha menerima tas berisikan uang sejumlah 2 juta dolar. Gwan-Soo menawarkan untuk memberikannya lebih apabila ia mau bergabung di pihaknya.

Yoo-Jin lantas berdandan hingga maksimal. Di dalam mobil, saat ditanya oleh bodyguard kemana tujuannya, ia hanya tersenyum. Sementara itu, Je-Ha, Anna, Mi-Ran, dan rekan-rekan bodyguard lain yang sebelumnya ikut serta dalam penyerangan ke markas Gwan-Soo, sedang asyik makan malam dan minum-minum bersama-sama di sebuah restoran. Je-Ha sempat melarang Anna minum soju, tapi Seo dan yang lain memintanya membiarkannya. Anna pun juga ingin karena yakin tidak akan mabuk kalau hanya minum segelas. Je-Ha akhirnya memperbolehkannya.

Kehebohan mereka di restoran disaksikan dengan tatapan sedih dan mata berkaca-kaca oleh Yoo-Jin dari dalam mobilnya.

* Jadwal acara ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan penyiaran stasiun televisi.