Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin saat menerima salinan Pergub dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis 23 April 2020 malam. (Foto: istimewa)

PSBB Sidoarjo, Terapkan Jam Malam Sekaligus Sanksinya

Jawa Timur 24 April 2020 11:20 WIB

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan segera menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan virus corona atau covid-19 yang menyebabkan hampir seluruh kecamatannya masuk zona merah. Rencananya, PSBB Sidoarjo akan diberlakukan pada 28 April 2020.

Berdasarkan data, dari 18 kecamatan yang ada, 14 kecamatan di antaranya telah masuk zona merah, kemudian tiga kecamatan zona kuning dan satu masih zona hijau. Pemkab Sidoarjo mempertimbangkan untuk menerapkan PSBB Sidoarjo di seluruh wilayah kecamatan, untuk mencegah zona kuning dan hijau tak berubah menjadi merah.

“Kami memandang yang masih kuning dan hijau itu harus diselamatkan. Jadi, kita berlakukan PSBB semuanya,” kata Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin.

Namun, ia masih enggan memaparkan secara rinci seperti apa aturan yang nanti akan diterapkan. Sebab, hari ini ia masih akan melakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder pemerintahan di Kota Udang itu.

Namun, Plt Bupati yang akrab disapa Cak Nur itu memastikan jika pihaknya akan memberlakukan jam malam untuk mengurangi aktivitas yang tidak penting. Sebab, sampai saat ini masih banyak warga yang masih nekat nongkrong di tengah pandemi corona.

“Insyaallah kami akan menerapkan jam malam entah jam 20.00 atau jam 21.00 sampai jam 4 pagi,” katanya.

Bagi yang melanggar, ia memastikan akan ada sanksi yang diberikan selama PSBB Sidoarjo berlangsung, baik sanksi administrasi maupun sanksi pidana tergantung dari pelanggaran yang dilakukan.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Sidoarjo menjadi salah satu dari tiga daerah yang mengajukan PSBB kepada Kementerian Kesehatan. Melihat kajian epidemologi dari pakar, akhirnya pengajuan itu disetujui dengan harapan dapat menghadang penyebaran virus corona.

Sampai saat ini, di Sidoarjo sendiri sudah ada 71 kasus positif, 143 orang dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan 610 orang dalam katagori orang dalam pemantauan (ODP). Dari jumlah kasus yang ada, sebanyak enam pasien berhasil sembuh dan enam lainnya meninggal.

Penulis : Fariz Yarbo

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...