Mantan perawat National Hospital yang dituduh melakukan pelecehan seksual. (Foto: Dokumentasi)
Mantan perawat National Hospital yang dituduh melakukan pelecehan seksual. (Foto: Dokumentasi)

Sidang Praperadilan Perawat Peleceh Seksual, Kandas Tengah Jalan

Ngopibareng.id Surabaya 02 April 2018 15:55 WIB

Upaya mantan perawat National Hospital, Surabaya, ZA yang dituding melakukan pelecehan seksual untuk ajukan praperadilan, kandas di tengah jalan. Pasalnya, sidang pokok perkara sudah dijalankan Kamis, 29 Maret 2018.    

Hal ini terungkap, saat sidang praperadilan yang dilaksanakan siang tadi di Pengadilan Negeri Surabaya. Kepada Majelis Hakim, pihak Polrestabes Surabaya yang diwakili oleh, Kompol Aloysius Alwer Kasubag Hukum Polrestabes Surabaya memberitahukan bahwa sidang pokok perkara sudah dilaksanakan pada 29 Maret kemarin, meski tak dihadiri oleh terdakwa karena sakit.

Mendengar informasi itu, putusan Cokorda Gede Artana selaku hakim tunggal, menyatakan sidang praperadilan yang diajukan ZA, dinyatakan gugur. Di mana sesuai dengan prosedur KUHAP, jika sidang pokok perkara sudah dilaksanakan, maka otomatis praperadilan menjadi gugur.

“Saya mempunyai sikap bahwa pemeriksaan ini tidak bisa dilanjutkan. Karena pemeriksaan perkara pokok sudah mulai disidangkan. Jadi, sidang praperadilan ini dinyatakan gugur," kata Cokorda.

Putusan Cokorda ini tentu saja membuat penasihat hukum ZA, M. Sholeh kecewa. Menurut dia, apabila terdakwa tidak bisa hadir dikarenakan sakit, maka proses persidangan pokok perkara, belum bisa disebut sudah dimulai. Oleh karena itu gugatan praperadilan sebenarnya masih bisa dilanjutkan.

"Ketidakhadiran dari ZA bukan disengaja, karena memang sakit. Bahkan saat itu juga ada kan keterangan dari dokter dan hadir juga dalam sidang," kata dia.  

Penulis : Moch. Amir

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

11 Nov 2020 22:49 WIB

Member JKT48 Jadi Korban Pelecehan secara Verbal

Gosip Artis

Member JKT48 melaporkan kasus pelecehan secara verbal.

01 Nov 2020 05:36 WIB

Globalisasi dan Agama, Mike Pompeo dan Macron

As’ad Said Ali

Renungan tentang suatu pelecehan agama Islam (Blasphamy)

31 Oct 2020 11:46 WIB

Tak Ada Toleransi pada Pelecehan Tokoh Suci Agama Apa pun

Khazanah

Pernyataan Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...