Kereta api khusus milik Kim Jong Un nampak dari citra satelit parkir di kota peristirahatan Wonsan. (Foto:Reuters)

Siapa Bilang Pemimpin Korea Utara Meninggal?

Internasional 26 April 2020 14:45 WIB

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan meninggal dunia. Benarkah? Ternyata tidak. Sebuah kereta api milik pemimpin Korea Utara telah terlihat di sebuah kota peristirahatan di timur negara itu. Kereta api yang dipotret melalui citra satelit itu mementahkan spekulasi kematian Kim Jong Un.

Seperti dikutib Aljazeera, kelompok aktivis pemantau Korea Utara mengatakan kereta api itu diparkir di "stasiun kepemimpinan" di Wonsan pada 21 April dan 23 April. Stasiun itu memang khusus dipergunakan untuk keluarga Kim.

"Kehadiran kereta tidak membuktikan keberadaan pemimpin Korea Utara atau menunjukkan apa pun tentang kesehatannya, tetapi itu memberikan bobot pada laporan bahwa Kim tinggal di daerah elit di pantai timur negara itu," katanya. Bisa saja Kim sedang santai dan menyepi.

Spekulasi tentang kesehatan Kim pertama kali muncul karena ketidakhadirannya sejak ulang tahun kelahiran ayah pendiri Korea Utara dan kakek Kim, Kim Il Sung, pada 15 April.
Media pemerintah Korea Utara terakhir kali melaporkan keberadaan Kim ketika dia memimpin pertemuan pada 11 April.

Daily NK, media online yang sebagian besar dijalankan oleh pembelot Korea Utara, melaporkan pekan lalu bahwa Kim menjalani prosedur kardiovaskular dan sedang pulih di sebuah villa di provinsi Pyongan Utara.

Mengutip sumber tak dikenal di negara itu, katanya, Kim, yang berusia 36 tahun, membutuhkan perawatan segera karena merokok berat, obesitas, dan kelelahan.
Tetapi Presiden AS Donald Trump tidak percaya pada laporan bahwa Kim sakit. "Saya pikir laporan itu tidak benar," kata Trump kepada wartawan, Kamis lalu. Tetapi dia menolak mengatakan apakah dia telah menghubungi pejabat Korea Utara.

Trump telah tiga kali bertemu Kim dalam upaya untuk membujuknya agar menghentikan program senjata nuklir yang mengancam Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya di Asia. Sementara pembicaraan macet, Trump terus memuji Kim sebagai teman.

Mengutip seorang pejabat pemerintah yang tidak dikenal, penyiar Korea Selatan SBS melaporkan bahwa Kim tampaknya telah berada di Wonsan setidaknya selama empat hari terakhir dan akan segera kembali ke mata publik.

Laporan itu menambahkan bahwa militer Korea Selatan sedang memantau kereta Kim, yang telah terlihat di Wonsan, sementara jet pribadinya - yang sering digunakan oleh Kim dalam perjalanannya ke Wonsan - tetap di Pyongyang.

Media pemerintah Korea Utara tetap diam tentang spekulasi internasional tentang kesehatan Kim. Pada hari Sabtu, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi melaporkan bahwa Kim telah menerima pesan sambutan dari ketua Komite Sentral Partai Komunis Federasi Rusia pada kesempatan ulang tahun pertama KTT Kim dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pesan itu berharap Kim "sehat dan bahagia", kata KCNA.

Ini bukan pertama kalinya Kim lenyap dari mata publik, dan ketidakhadiran di media masa lalu juga memicu spekulasi tentang kesehatannya.

Pada 2014, media pemerintah tidak melaporkan aktivitas publik apa pun untuk Kim selama sekitar enam minggu, sebelum ia muncul kembali dengan tongkat. Agen mata-mata Korea Selatan kemudian mengatakan dia memiliki kista yang telah dihilangkan dari pergelangan kakinya. (Rtr/nis)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...