Si Kembar Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika, saat wisuda SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo. (Foto/Ano)

Si Kembar Keponakan Mendibud Gak Diterima di SMA Negeri

Pendidikan 19 June 2019 12:06 WIB

Dua orang keponakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Si Kembar Al Uyuna Galuh Cintania dan Al Uyuna Galuh Cantika tidak diterima di SMA Negeri, baik melalui jalur prestasi maupun zonasi. Mereka mendaftar di SMA Negeri 1 Sidoarjo.

Galuh Cintania Cinta mendaftar jalur prestasi dengan modal medali emas kejurnas pencak silat dan medali perak lomba robot tingkat nasional. Adapun Cantika bermodal medali emas lomba story telling tingkat nasional dan medali perak lomba film indie tingkat nasional. Si Kembar ini lulusan SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo.

Untuk jalur zonasi, rumah mereka kalah dekat dengan yang lain yaitu berjarak 2,4 km. Adapun yang diterima ruma paling jauh 1.200 meter.

Tri Sulistyowati, ibunda Si Kembar mengaku, banyak famili dan temannya yang menyatakan heran dan mempertanyakan keponakan Mendikbud tidak bisa lolos ke SMA Negeri. Karena mestinya bisa menggunakan katebelece dari Mendikbud.

"Kami tidak menggunakan cara-cara semacam itu karena tidak barokah. Kalau kami minta tolong Pak Menteri untuk meloloskan anak saya, itu sama saja mendorong beliau menyalahgunakan kekuasaan,"katanya, Rabu 19 Juni.

Menurut Cinta, panggilan akrab Al Uyuna Galuh Cintania, rencana masuk ke SMA Negeri 1 Sidoarjo itu keinginan mereka berdua karena hendak mengikuti jejak kakaknya yng nomor dua. Selain itu, SMAN juga gratis SPP dan mendapat bantuan seragam sekolah sehingga meringankan beban orang tua.

"Kalau mama sejak awal ingin kami di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo seperti kakak pertama. Maka kami juga sudah mendaftar di Smamda jalur prestasi. Dan alhamdulillah kami diterima," kata Cinta.

Bagaimana sikap ayahnya? "Kami dipersilahkan mendaftar di SMAN maupun Smamda. "Yang penting berusaha, selebihnya serahkan kepada Allah. Apapun keputusan Allah harus kita terima. Kami yakin Smamda ini pilihan terbaik dari Allah," tambah Cantika.(is)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

30 Jun 2020 15:45 WIB

Geruduk Kemdikbud, Ibu-ibu Protes Seleksi PPDB Pakai Umur

Nasional

Sekitar 500 ibu ibu yang tergabung dalam forum penyelamat anak bangsa,

29 Jun 2020 05:23 WIB

Stres Tahunan

Arif Afandi

Problem PPDB selalu muncul setiap tahun. Sampai kapan seperti ini terjadi?

27 Jun 2020 16:40 WIB

Berkerumun, Puluhan Wali Murid Protes SKD Palsu di Dindik Jatim

Jawa Timur

Menyayangkan sistem zonasi yang menyebabkan adanya kecurangan SKD.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...