Rutan Gunung Sinndur di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto:Antara)

Setya Novanto Tiba di Rutan Khusus Teroris

Reportase 15 June 2019 14:09 WIB

Setya Novanto tiba di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada pukul 01.30 WIB hari  Sabtu. Narapidana kasus korupsi KTP-Elektronik ini langsung ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) khusus narapidana teroris.

"Yang Rutan itu khusus teroris. Kalau yang Lapas kan umum, ada terorisnya, ada narkobanya, ada tipikornya," ujar Kepala Lapas Kelas III Gunung Sindur, Sopiana kepada ANTARA di Bogor, Sabtu.

Menurutnya, Rutan khusus narapidana teroris ini sebagian kecilnya tetap dihuni oleh narapidana kasus lain. Jika dihitung, dari ratusan narapidana teroris, hanya sekitar 20 narapidana dengan kasus selain terorisme.

"Pidana narkotika ada juga di situ, yang berat-berat ada juga di situ. Lebih dominannya teroris, kalau yang umum ga begitu banyak kurang lebih sekitar 20," kata Sopiana.

Meski begitu, masing-masing narapidana di Rutan Gunung Sindur ini menurut Sopiana memiliki sel sendiri. Sehingga, Novanto tetap berbeda sel dengan para narapidana teroris di Rutan Gunung Sindur.

"Kalau untuk kamarnya berbeda, karena kan di sana one man one cell," kata Sopiana.

Seperti diketahui, Novanto tiba di Rutan Gunung Sindur tengah malam sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, Sabtu (15/6/2019), setelah dipindah dari Lapas Sukamiskin Bandung lantaran kepergok pelesiran.

Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat memindahkan Novanto karena kepergok berkeliaran di sebuah toko bangunan yang berada di Padalarang.

"Tindakan saya sebagai Kakanwil, malam ini juga Setnov akan saya pindah ke Lapas Gunung Sindur, setelah konferensi pers ini," kata Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak di Lapas Sukamiskin Kota Bandung, Jumat malam.

Atas perbuatannya, kata Liberti, Setya Novanto dipindah ke Lapas Gunung Sindur yang memiliki pengamanan yang super ketat. Selanjutnya ia mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Menteri Hukum dan HAM.

"Menurut hemat saya, ini perlu dilakukan untuk sementara sebelum saya bisa melaporkan ke Menteri, saya lakukan tindakan ini dulu," kata dia. (an/ar)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Mar 2020 12:48 WIB

Densus Tangkap Lima terduga Teroris di Batang

Nasional

Satu di antaranya tewas

05 Mar 2020 15:58 WIB

Ganjar Minta Eks Napiter Jadi Juru Bicara Deradikalisasi

Nusantara

Ganjar berharap, eks napiter berikrar setia kepada Pancasila.

21 Feb 2020 18:21 WIB

Cegah Gerakan Radikal, Beragama Harus Komprehensif

Nasional

Penjelasan Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.