Tutup Parade Budaya, Mendikbud Ndalang Bareng Ki Mantep

13 Oct 2019 23:34 Nasional

Parade Budaya Nusantara resmi mengakhiri gelaran Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2019. Parade berlangsung Minggu 13 Oktober 2019 malam diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai daerah di tanah air.

Setiap peserta menampilkan kesenian dan kebudayaan daerahnya, membuat decak kagum penonton yang berderet di sepanjang jalan yang di lalui, dari Istora Senayan sampai Kantor Kemendikbud Jl Sudirman.

Penonton berebut mengabadikan momen yang menarik ini dengan kamera HP. Mendikbud Muhadjir Effendy juga larut dalam parade budaya dengan bekostum ala masyrakat Pupua.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menjelaskan, sebenarnya PKN 2019 sudah ditutup oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dengan pagelaran wayang kulit menampilkan dalang kondang Ki Manteb Sudarsono, di Istora Senayan, Sabtu 12 Oktober 2019 dengan lakon cerita "Wahyu Dewanoto, atau Kalimosodo".

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menutup Pekan Kebudayaan Nasional 2019 dengan wayangan bersama Ki Manteb Soedharsono. "Parade Nusantara ini merupakan pertemuan terakhir atau perpisahan sebelum peserta PKN kembali ke daerahnya," kata Hilmar.

Pagelaran wayang kulit diawali dengan penyerahan tokoh pewayangan Kunto Dewo dari Mendikbud kepada dalang Ki Manteb. 

Sebelum Ki Manteb memperlihatkan talentanya sebagai dalang yang cukup kondang, Muhadjir sempat memainkan wayang di panggung layaknya dalang. Ia asyik memperlihatkan pertarungan antara Gatutkaca melawan pecundang dari Ngastino.

"Matur nuwun, nyuwun ngapunten, sabetane sek elek, durung belajar. Soale nek apik saingan karo Ki Manteb (Terima kasih, saya minta maaf sabetannya masih jelek, belum belajar. Soalnya, kalau bagus, nanti saingan dengan Ki Manteb)," canda Muhadjir.

"Meskipun bagus, mudah-mudahan tidak ada yang memuji bagus, kalau dibilang bagus Job para dalang terancam," kata Kirun pelawak asal Jatim menimpali Muhadjir.

Kehadiran Kirun merupakan bintang tamu dengan sinden cilik asal Blitar yang baru kelas VI SD, Diva Dwiyanti. Setelah itu, pagelaran wayang kulut dilanjutkan oleh Ki Manteb.

Muhadjir berharap, gelaran PKN ini diselenggaran setiap tahun dengan kemasan yang lebih baik, dimulai dari tingkat daerah, bertahap dan berjenjang dari hingga nasional.

"Insyaallah akan kita selenggarakan tahunan. Dan kita pastikan anggarannya ada," kata Mendikbud.

Setidaknya terdapat 245 kegiatan dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional selama 7 (tujuh) hari pelaksanaan.

Ada 4 (empat) kompetisi permainan tradisional, 6 (enam) kompetisi karya budaya, 27 konferensi kebudayaan, 120 pertunjukan, 17 pameran budaya, 10 lokakarya warisan budaya, 50 menu kuliner tradisional. Panitia mencatat 150 000 pengunjung PKN di Istora Senayan.
(asm)

Penulis : Asmanu Sudharso
Editor : Witanto


Bagikan artikel ini