Setelah Nasgor Bu Mega, Prabowo Makan Nasi Liwet di Bu Rachma

28 Jul 2019 07:24 Politik

Safari politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terus berlanjut. Setelah naik MRT bareng Presiden Jokowi dan makan siang menu sate. Prabowo melanjutkan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Dia dijamu makan nasi goreng (nasgor) rajikan Bu Mega.

Terbaru, Prabowo meluangkan malam minggunya kemarin dengan menemui Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri. Usai bertemu, Rachmawati menyebut, dia tidak menyediakan nasi goreng saat menjamu Prabowo.

"Yang penting ini bukan nasi goreng ya, nasi liwet," singgung Rachmawati di kediamannya, Jalan Jatipadang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu 27 Juli 2019.

Putri Presiden RI pertama Soekarno itu tak menjelaskan maksud pernyataannya. Namun, sebelumnya, menu nasi goreng disajikan kakak kandung Rachmawati saat bertemu Prabowo.

Prabowo pun ikut menimpali pernyataan Rachmawati. Dia berkelakar, pertemuan tertutup keduanya hanya membahas berat badan. "Bahas tambah berat badan ini habis makan," kata Prabowo.

Mantan Pangkostrad itu mengaku bahwa pertemuannya dengan Rachmawati bukan karena ada hal yang genting. Prabowo mengatakan, dalam pertemuannya sekadar membahas masalah-masalah yang menarik.

"Beliau kan Dewan Pembina Partai Gerindra, Wakil Ketua Umum ya kita bahas masalah-masalah yang menarik aja bagi kita," kata Prabowo.

Rachmawati mengungkap pertemuan membahas soal Prabowo menyambangi Megawati. Selain itu, pertemuan antara Presiden Jokowi dan Prabowo juga turut dibahas.

"Temen-temen wartawan pasti sudah tahu lah (yang dibicarakan), tapi ya sebelumnya nggak ada apa-apa. Ada pertemuan (dengan Megawati) diundang ya dateng. Gitu juga waktu di MRT ya ketemu Pak Jokowi diundang ya ketemu bicara ringan aja kok," ucapnya.

Namun, Rachmawati menegaskan pembahasan bersama Prabowo bukan soal arah koalisi partai Gerindra. "Nggak ada, nggak dibicarakan (arah koalisi)," imbuhnya.

Rachmawati menyarankan supaya Gerindra tetap menjadi oposisi. "Kalau dilihat dari positioning visi-misi, memang ada baiknya kita harus berada di luar sistem sekarang, karena sulit sekali sebetulnya memadukan gitu, sekarang ini yang berlangsung adalah neo liberal kapitalistik," kata Rachmawati.

"Sedangkan Gerindra mempunyai misi membangun masyarakat adil makmur sesuai nama koalisi nya adil makmur, itu perbedaannya," sambungnya.

Meski demikian, Rachmawati menyerahkan keputusan kepada Prabowo apakah gabung atau tidak ke pemerintah. Yang jelas, Rachmawati ingin visi misi Gerindra tetap sesuai dengan anggaran dasar partai yakni melaksanakan Trisakti Bung Karno.

"Nah kita memposisikan diri kita ini sekarang ini melihat sistem yang berlangsung adalah antitesa, kan begitu dan itu yang harus kita bicarakan kedepan bagaimana untuk menyelesaikan persoalan persoalan yang sekarang ini menyelimuti kondisi kebangsaan kita," tuturnya.