Setelah Be;va Devara mundur, Co Founder Ruangguru ikut berikan konfirmasi. (Ilustrasi)

Setelah Belva, Co-Founder Ruangguru Ikut Berikan Konfirmasi

Pendidikan 23 April 2020 03:10 WIB

Founder Ruangguru Adamas Belva Syah Devara pamit undur diri dari staf khusus presiden. Belva memberikan konfirmasi terkait polemik penunjukan Ruangguru sebagai mitra kartu prakerja. Setelah Belva, Co-Foundernya turut melakukan hal yang sama melalui akun Instagram pribadinya.

Iman Usman, Co-Founder Ruangguru membagikan 10 postingan di Instagram akan polemik Ruangguru. Ruangguru dituding mengambil kepentingan dengan menjadikannya mitra kartu prakerja karena posisi Belva.

Postingan yang diunggah 4 jam yang lalu itu mendapat 9.750 likes dan 311 komentar. Terlebih, postingan tersebut diunggah oleh Belva.

Setidaknya ada tiga poin yang dipaparkannya. Pertama, kelayakan Ruangguru menjadi mitra pekerja. Iman menyanggah jika ruangguru dipilih sebagai partner kartu prakerja karena titipan.

Menurut Iman, Ruangguru dipilih karena sebagai platform e-learning terbesar di Asia Tenggara. Ruangguru sudah berkarya sejak 6 tahun yang lalu. Selain itu, digunakan lebih dari 17 juta pengguna dan sudah beroperasi di beberapa negara lain.

Satu tahun yang lalu Ruangguru meluncurkan Skillacademy.id untuk mendukung life-long learning. Dalam jangka waktu kurang dari satu tahun penggunanya sudah satu juta lebih.

Iman juga menegaskan ada mitra lain selain Ruangguru yang sudah terverifikasi. Seperti Tokopedia dan Bukalapak.

Kedua, soal kucuran dana Rp 5.6 triliun yang didapat Ruangguru dari program prakerja. Iman membantah jika dana tersebut diterima oleh Ruangguru. Lulusan Columbia University itu menjelaskan jika tidak ada satu pun dari platform mitra resmi prakerja yang mendapatkan alokasi anggaran khusus dari pemerintah.

Iman menjelaskan lebih lanjut, kartu prakerja adalah bantuan insentif langsung dan kredit pelatihan. Kredit ini bisa digunakan secara penuh ataupun tidak. Terlebih, pemilik kartu bisa memilih kelas dari ratusan lembaga kursus yang disediakan. Skill academy merupakan salah satu dari lembaga yang ada.

Lebih lanjut, yang menentukan berapa anggaran yang dikeluarkan tergantung pada pemilik kartu pra kerja sendiri. Bukan pemerintah atau lembaga kursus.

Ketiga, program pelatihan untuk kartu prakerja yang tetap berjalan. Dalam postingannya itu, alumni UI ini menyebutkan jika kebijakan tersebut bukan wewenang Ruangguru. Kebijakan sepenuhnya ada di tangan pemerintah, sehingga tidak tepat jika ditanyakan ke mereka.

Selain itu, Iman menjelaskan jika sebelumnya menteri perekonomian Airlangga mengatakan pelatihan akan dilakukan dalam dua model. Baik offline dan online. Lantaran sekarang berada di masa pandemi corona sehingga pelatihan yang online yang diselenggarakan terlebih dahulu. Pelatihan tetap dipilih agar bisa memberi dampak jangka panjang untuk pemilik kartu.

Selain itu, ada potongan wawancara dengan Denni Puspa Purbasari Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja yang memberi penjelasan terkait polemik dijadikannya Ruangguru sebagai mitra kartu prakerja.

Penulis : M. Rizqi

Editor : Dyah Ayu Pitaloka

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

24 Sep 2020 07:26 WIB

Menara Eiffel Diancam Bom, Begini Evakuasi Polisi pada Turis

Internasional

Teror bom dari penelepon misterius

24 Sep 2020 07:17 WIB

NU Harus Mulai Program Ekonomi, Wapres: Manfaatkan Teknologi

Khazanah

Revolusi Teknologi tak bisa dihindari dan harus dimanfaatkan

24 Sep 2020 07:01 WIB

Tunda Gelar Muktamar Ke-34, Ini Agenda Resmi PBNU

Khazanah

Keputusan Konbes Nahdlatul Ulama secara daring

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...