Setelah 20 Tahun, Mahathir Bertemu Sultan Johor,Apa yang Dibahas?

11 Jan 2019 12:53 Internasional

Untuk pertamakalinya setelah 20 tahun, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad bertemu dengan Sultan Johor yakni Sultan Ibrahim Sultan Iskandar. Terakhir kali bertemu, Mahathir mengatakan itu terjadi saat dia mundur sebagai PM keempat pada 2003.

Tidak dijelaskan hasil pertemuan kali ini, namun kemungkinan mereka membahas suksesi pergantian Raja Malaysia.

Dalam akun facebook resmi Sultan Ibrahim Sultan Iskandar disebutkan bahwa pertemuan kedua tokoh terjadi pada Kamis 10 Januari. Mahathir tiba di Istana Bukit Serene sekitar pukul 16.00 sore waktu setempat.

Tiba di Istana Bukit Serene, Mahathir langsung disambut Sultan Ibrahim bersama permaisuri Johor, Raja Zarith Sofiah.

Beberapa menteri juga mendampingi pertemuan yang dikemas dalam jamuan makan ini. Kedua tokoh ini sempat berbicara sekitar satu jam.

"Saya dapat berbicara dengan Yang Mulia. Kami setuju untuk saling terbuka. Yang Mulia menyampaikan pandangannya dan saya menyampaikan pandangan saya,” kata Mahathir kepada media seusai pertemuan seperti dilansir Channel News Asia.

Ketika ditanya apakah pembicaraan ini mengenai suksesi pergantian Raja Malaysia? Mahathir mengaku bahwa terkait pergantian raja merupakan domain dari para Sultan yang ada di Malaysia sehingga tidak berkaitan dengan dirinya.

Sekadar diketahui, sebelumnya, Sultan Muhammad V resmi mengundurkan diri dari posisi sebagai Raja Malaysia. Sultan dari Kerajaan Kelantan ini mundur dari Raja Malaysia pada Minggu, 6 Januari 2019. Muhammad V merupakan raja ke 15 Malaysia.

Sementara itu, usai pertemuan dengan Mahathir, tampak Sultan Ibrahim juga mengantar Mahathir dengan menyopiri sendiri mobil biru klasik Proton Saga. Dalam mobil jadul itu hanya Mahathir dan Sultan Ibrahim. Meduanya tampak akrab, Mahathir diantar ke Bandara Internasional Senai.

Mobil yang digunakan Sultan Ibrahim ini merupakan mobil lama hadiah dari Mahathir Mohammad pada tahun 1985 kepada ayah Sultan Ibrahim yaitu Sultan Iskandar yang saat itu menjabat sebagai Raja Malaysia. (man)

Reporter/Penulis : Rohman Taufik


Bagikan artikel ini