Mendiang Julia Perez (Jupe) meninggal dunia akibat kanker Serviks stadium akhir.

Mengenang Setahun Jupe MeninggalDokter Ingatkan Pentingnya Vaksin HPV

11 Jun 2018 10:17

Lihat versi non-AMP di Ngopibareng.id

“Perlu pemeriksaan berkala dan vaksin untuk menghindari penyakit kanker Serviks.”

Setahun berlalu sejak Julia Perez (Jupe) meninggal karena karena kanker serviks. Pada momen ini, dokter kembali mengingatkan pentingnya vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus).

dr Grace Valentine, SpOG, Spesialis Kebidanan RS Pondok Indah mengatakan kanker serviks umumnya disebabkan oleh infeksi HPV tipe 16 dan 18. Ia mengatakan karena ditularkan oleh virus, maka kanker serviks adalah satu-satunya kanker kandungan yang dapat dicegah.

“Hingga saat ini, terdapat 2 cara pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV dan melakukan pemeriksaan papsmear secara berkala,” ungkap Grace.

Vaksin HPV, lanjut Grace adalah vaksin inaktif yang berisi protein yang mirip dengan virus. Ia melindungi tubuh dari virus HPV yang mampu menyebabkan sejumlah penyakit, salah satunya kanker serviks.

Sahabat dan keluarga ziarah ke makam Julia Perez (Jupe).

Saat ini ada dua jenis vaksin HPV yang bisa didapatkan. Pertama adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18, dan kedua adalah vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18.

Vaksin HPV sangat dianjurkan untuk diberikan sejak dini. Hal ini dilakukan untuk mengurangi paparan virus sejak usia muda, sehingga proteksi dan perlindungan kekebalannya lebih efektif.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan vaksin HPV rutin bagi wanita mulai dari usia 12 tahun. Vaksin sebaiknya diberikan sebelum seseorang memulai kontak seksual. Karena bila seseorang sudah terinfeksi virus HPV, vaksin menjadi kurang efektif dan bahkan tidak dapat bekerja sama sekali,” ungkap Grace.

Lalu bagaimana dengan orang dewasa? Grace mengatakan ada beberapa kelompok yang juga dianjurkan untuk melakukan vaksinasi HPV, seperti mereka yang akan menikah, pernah berhubungan seks, hingga akan melakukan kontak seksual secara aktif.