Witjaksono sebagai Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU). (Foto: pbnu)

Serikat Nelayan NU Terbentuk, Kembangkan Daya Kemaritiman

Khazanah 20 June 2020 19:47 WIB

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menunjuk seorang profesional dan pengusaha muda Witjaksono sebagai Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU). Ini merupakan organisasi otonom baru di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Penunjukan itu ditandai dengan penerbitan surat PBNU dengan nomor 523/A.II.04.d/06/2020 tentang Pengesahan Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdalatul Ulama. Surat keputusaan itu ditandatangani oleh Pejabat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal A. Helmy Faishal Zaini pada tanggal 19 Juni 2020.

Usai diterbitkannya surat pengesahan pimpinan SNNU, PBNU menugaskan Witjaksono agar segera melaksanakan tugas-tugas kepengurusan Pimpinan Pusat SNNU.

Selain itu, Witjak diberi mandat untuk membentuk kepengurusan SNNU di tingkat wilayah dan cabang.

"Melaksanakan Rakernas setelah pembentukan Wilayah dan Cabang lebih dari 60 persen. Melaksanakan Kongres Serikat Nelayan NU paling lambat 6 bulan ke depan dan melaporkan hasilnya kepada PBNU," demikian mandat PBNU kepada Witjaksono bersama 8 nama pengurus pimpinan lainnya, Jumat 19 Juni 2020.

Merespons diterbitkannya SK PBNU, Ketua SNNU, Witjaksono mengaku bangga dan terharu atas penugasan yang diembankan pada dirinya.

Sebagai aktivis muda dengan latar belakang sebagai pengusaha profesional di bidang perikanan dan pertanian dirinya akan bekerja keras untuk memberikan kontribusi yang maksimal.

Menurut Witjak, pengalamannya merintis usaha dari nol hingga berhasil Go public di pasar saham beberapa tahun lalu setidaknya akan menjadi modal pengalaman bagaimana memajukan SNNU, apalagi masalah kehidupan nelayan di Indonesia yang sebagian besar adalah nahdliyin akan menjadi basis kelompok sosial yang akan dia urus.

"Ini (tugas menjadi ketua SNNU) merupakan kehormatan sekaligus tantangan untuk berkhidmat pada Nahdlatul Ulama, bangsa dan negara.

"Kami akan bekerja keras untuk menjadi bagian perjuangan NU menciptakan kemaslahatan khususnya para nelayan Nahdliyin yang masih hidup di bawah garis kemiskinan," demikian kata pria yang juga Koordinator Nasional Program pertanian PBNU ini, Sabtu 20 Juni 2020.

SNNU dibentuk sebagai hasil tindak lanjut Keputusan Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama tahun 2015 di Jombang, Jawa Timur dan Keputusan PBNU pada 10 Maret 2020 lalu.

Khidmat SNNU adalah menjadi wadah dan sarana mengayomi para nelayan, pelaku usaha kelautan dan kemaritiman dan masyarakat pesisir.

Tujuannya adalah pemberdayaan dalam usaha pemanfaatan laut maupun usaha perikanan budidaya yang bermuara pada kesejahteraan nelayan dan kemaslahatan Bangsa Indonesia.

Penulis : Riadi

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

26 Sep 2020 06:33 WIB

Menjadikan Putra Meraih Ilmu Penuh Berkah, Ini Resepnya

Khazanah

Sesuai pesan wasiat KH Maimoen Zubair, Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang

26 Sep 2020 05:25 WIB

LIPI Sebut Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami Raksasa

Warta Bumi

Lempeng 800 Km di selatan Jawa bergeser akan timbulkan gempa magnitudo 9.

26 Sep 2020 04:33 WIB

Pejabat Tinggi Tahta Suci Vatikan Mengaku Dipaksa Mundur

Internasional

Cardinal Giovanni Becciu mundur dari jabatannya.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...