Koordinator Seniman  Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Armen Suwandi, dan beberapa kawannya di TMII, Selasa. (Foto:Antara)
Koordinator Seniman Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Armen Suwandi, dan beberapa kawannya di TMII, Selasa. (Foto:Antara)

Sepi Pentas, Puluhan Seniman TMII Alih Profesi Jadi Pedagang

Ngopibareng.id Human Interest 30 June 2020 13:16 WIB

Puluhan seniman tari dan musik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, beralih profesi menjadi pedagang akibat kosongnya jadwal pentas sampai dengan akhir tahun.

"Sudah dipastikan jadwal pentas kami hingga akhir tahun 2020  kosong. Makanya ada yang beralih jadi pedagang  mulai dari jualan bawang sampai menjual harta benda miliknya," kata koordinator Seniman Tari dan Musik TMII, Armen Suwandi di Jakarta, Selasa, ditengah kegiatan penyerahan bantuan  sembako kepada 150 seniman di Anjungan Riau TMII oleh Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Mabes Polri Irjen Pol Raja Erisman.

Armen mengatakan kekosongan jadwal pentas terjadi sejak akhir Februari 2020 lalu.

Biasanya ratusan anggota Seniman Tari dan Musik TMII rutin menggelar kegiatan pentas minimal sepekan sekali untuk mengisi berbagai acara seremonial di TMII.

Selain itu, kata Armen, sejak 2019 pihaknya juga kerap dilibatkan dalam sejumlah acara kepolisian untuk pentas penyambutan tamu.

"Kita juga suka tampil mengisi acara pentas seni di Taman Ismail Marzuki (TIM)," katanya.

Dari serangkaian kegiatan itu, Armen mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga Rp20 juta per bulan. Tapi itu dulu, sebelum pandemi.

Namun sejak pandemi COVID-19 melanda Jakarta, Armen dan kolega terpaksa beralih profesi, bahkan harus menjual harta benda.

"Kalau saya harus jual mobil yang baru dibeli dua bulan lalu. Dulu belinya Rp115 juta, kemarin dijual laku Rp90 juta," katanya.

Sebagian uang hasil penjualan mobil dipergunakan Armen untuk menutup biaya operasional dapur umum yang kini dihuni anggota seniman.

"Uangnya kita pakai untuk masak rendang, gulai ikan, ikan bakar. Untuk seniman juga yang sekarang tinggal di sana," katanya.

Dapur Umum Tanah Merdeka itu berada di dekat Kampus Uhamka, Jakarta Timur.

Seniman tari Siti Suryani, 42, terpaksa beralih profesi sebagai pedagang bawang untuk menghidupi keluarga di tengah pandemi COVID-19.

"Saya ini aslinya instruktur tari. Yang penting kita mendapatkan rezeki, kebetulan suami sakit, saya yang rawat sendiri. Kalau kesenian stop, saya berkegiatan lain jual masakan sampai bawang," katanya.

Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Mabes Polri Irjen Pol Raja Erisman dalam sambutannya mengatakan pekerja seni hanya sebagian dari banyak profesi yang kini terpuruk akibat COVID-19.

"Tapi saya berpesan, mari jaga keselamatan diri ikuti protokol kesehatan. Ini semua bukan hanya untuk menjaga diri, tapi juga untuk keselamatan lingkungan keluarga," katanya. (ant/asm)

Penulis : M. Anis

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

02 Dec 2020 07:20 WIB

Masjid Lautze Karim Oei Simbol Pembauran Etnis Tionghoa

Feature

Dibangun oleh muslim Tionghoa yang pernah menjadi pejuang kemerdekaan.

02 Dec 2020 07:15 WIB

Dua Lagi

Dahlan Iskan

Ketegangan pemili AS beralih ke Georgia. Kenapa?

02 Dec 2020 06:36 WIB

Mahfud MD Berang, Massa Ganggu Rumah Ibunya di Pamekasan

Nasional

Rumah ibunda digeruduk massa berbaju putih-putih.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...