Kopi jahe bisa menghangatkan tubuh. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)
Kopi jahe bisa menghangatkan tubuh. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Sensasi Minum Jamu dengan Campuran Minuman Kekinian

Ngopibareng.id Coffee & Resto 25 September 2020 11:40 WIB

Jamu merupakan minuman tradisional yang dipercaya dapat meningkatkan imunitas hingga nafsu makan. Minuman yang terbuat dari tumbuhan rimpang, daun, dan buah ini ternyata juga bisa dikreasikan dengan minuman kekinian.

Aulia Firdaus, waitress bar sekaligus peracik minuman jamu kekinian di Royal Singosari Cendana, mengkreasikan jamu dengan minuman kekinian seperti soda dan kopi. Ada tiga varian jamu yang dihadirkan, yakni Kopi Jahe, Java Beer, dan Kulit Mangis Shake.

"Untuk pembuatan kopi jahe dibutuhkan kopi americano 40 oz, untuk jahenya pakai satu bubuk jahe saja. Lalu kopinya dan jahenya tinggal diaduk saja dengan takaran yang pas," kata Aulia, saat mempraktekan membuat jamu kekinian.

Racikan jamu dicampur minuman kekinian Foto Pita SariNgopibarengidRacikan jamu dicampur minuman kekinian. (Foto: Pita Sari/Ngopibareng.id)

Aulia menjelaskan, Kopi Jahe ini saat diminum memiliki sensasi hangat di tengorokan dan menyegarkan tubuh. Sementara, Aulia juga menjelaskan, untuk pembuatan Java Beer hampir sama dengan Kopi Jahe hanya jamu yang digunakan ialah temulawak.

"Kalau untuk kulit mangis shake, bahan yang dibutuhkan satu bungkus sirup strawbery 25 oz diberi es tube lalu di shake dijadikan satu. Kulit mangis juga berkhasiat untuk memelihara daya tahan tubuh," terangnya.

Aulia menambahkan, ketiga minuman tersebut bisa disajikan hangat ataupun dingin, sesuai selera. Sementata itu, Bayu Andi Bawono, General Manager Cluster Surabaya Royal Singosari mengatakan, pihaknya akan melestarikan tradisi minum jamu yang dikemas dengan cara modern.

“Untuk pertama kali nya kita diingatkan oleh alam bahwa minum jamu ini tradisi yang sangat baik untuk dijalankan. Sehingga kami berinovasi mengkombinasikan jamu menjadi minuman kekiniaan yang tetap sehat, tapi sesuai dengan gaya hidup keluarga masa kini," pungkasnya.

Penulis : Pita Sari

Editor : Yasmin Fitrida

Bagikan artikel ini

Berita terkait:

25 Oct 2020 21:15 WIB

LaNyalla Apresiasi UMKM Bertahan di Tengah Pandemi

Ekonomi dan Bisnis

UMKM jadi tulang punggung ekonomi Jatim.

25 Oct 2020 21:09 WIB

Masa Depan Surabaya, Eri: Bentuk Generasi Toleran Sejak Dini

Pilkada

Ia ingin Surabaya bisa seperti Singapura yang multikultural

25 Oct 2020 20:50 WIB

Kelompok Tani Wanita Produksi Nasi Tiwul Khas Lereng Wilis

Jawa Timur

Nasi tiwul ini dikemas agar menarik pembeli.

Lihat semua

Topik Lainnya

Temukan topik menarik lainnya.

Tirto.ID
Loading...