Sendang Biru... Apa Kabarmu Sendang Biru? (Bagian-1)Bicara Tongkol, Bicara Ikan, dan Bicara Impian Nelayan Malang Selatan

07 Jun 2018 17:13 Feature
Ngopibareng.id |

Memiliki potensi besar, namun belum tergarap maksimal. Itulah wilayah Malang Selatan. Potensi perikanannya sangat besar. Namun sayang, belum dilengkapi pelabuhan perikanan memadai. Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang sedang digarap dan dinantikan rampungnya adalah harapan baru untuk mengeruk potensi yang tidak maksimal itu.

____________________

Potensi ikan di wilayah  perairan sejauh 200 mil dari bibir pantai ini sangat tinggi. Tidak kurang dari 80 ribu ton ikan segar. Di antara ikan yang bisa dipanen nelayan adalah cakalang, tongkol dan tuna. Bahkan juga rumput laut, ikan hias, dan  terumbu karang.

Potensi tangkapan ikan laut di  pesisir laut Selatan Kabupaten Malang rata-rata mencapai 403.444 ton per tahun.  Namun saat ini baru tergarap  dengan baik sekitar 9.500 ton per tahun atau hanya 2,4 persen dari keseluruhan potensi yang ada.

Dengan potensi besar itu, hingga saat ini, di sana hanya ada tiga tempat pelelangan ikan. Masing-masing di Licin, Ampelgading, Sendangbiru dan Tirtoyudo. Padahal setiap hari truk-truk pengangkut ikan hilir mudik dari Malang atau Lumajang untuk  mengambil ikan-ikan hasil tangkapan nelayan dalam jumlah besar.

Di sana, selain ikan tuna, ikan laut hasil tangkapan nelayan terdapat juga ikan cakalang dalam kondisi istimewa. Pada hari biasa, satu kapal bisa menangkap 1,5 ton per hari. Ikan tongkol kecil 5-10 ton per hari. Ikan tengiri, satu kapal, bisa 100 kg per hari, juga ikan layang dan anakan tuna.

Masa panen ikan tuna adalah April hingga Desember. Sekarang ini adalah panen-panennya ikan itu. Harga terakhir ikan tuna dipasaran menjelang momen lebaran seperti sekarang bisa mencapai Rp 57.000/kg.

Terlalu besar, tak akan kuat kalau seekor Cakalang besar hanya digaotong seorang. foto:widikamidi

Desa Sendang Biru – berikut Pantai Sendang Birunya – adalah sebagai pusat  perikanan laut. Ini cukup ditunjang oleh Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondok Dadap yang  diresmikan Juli 2010 silam. 

Sebelumnya, pelabuhan satu ini hanya  pelabuhan pendaratan ikan. Baru kemudian tahun 2005 dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan pantai.  Yaitu pelabuhan kelas C di bawah pengelolaan UPT PPP Pondok Dadap Sendang Biru Dinas Perikanan dan Kalautan Provinsi Jawa Timur.

Itu baru bicara ikan. Belum bicara soal keindahan lautnya. Bahwa, Pantai Sendang Biru sangat terkenal di Jawa Timur. Dia menjadi obyek wisata yang mampu menghasilkan pengunjung dalam jumlah besar. Jaraknya adalah 69 km dari Kota Malang. Kini menjadi salah satu ikon wisata pantai di Kabupaten Malang. Objek wisata pantai lain di  Kabupaten Malang yang juga  punya pamor bagus di antaranya Pantai Ngliyep.

Pantai Sendang Biru  memiliki masyarakat nelayan 1.000 orang. Dukungan armada angkutnya 300 kapal.  Ukuran sedang dan kecil. Di antaranya sekoci, pleret dan payang. Setiap hari setidaknya kapal ukuran 30 sampai 10 grass ton (GT) dan puluhan kapal jukung mendarat di PPP Pondok Dadap.

Selain nelayan Malang sendiri juga banyak nelayan andon dari Banyuwangi, Pacitan, Sulawesi dan Kalimantan yang mendarat dan  menjual hasil tangkapannya di PPP Pondok Dadap. (bersambung)

Editor : widi kamidi


Bagikan artikel ini